USAID & Pemkot Makassar menargetkan peningkatan mutu air bersih dan sanitasi

Warga Miskin Makassar jadi Target Program Air Bersih & Sanitasi

Rabu, 31 Mei 2017 | 19:47 Wita - Editor: adyn - Reporter: A Nita Purnama - GoSulsel.com

Makassar, Gosulsel.com – Program USAID Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene ‘Penyehatan Lingkungan untuk Semua’ (IUWASH PLUS) merupakan sebuah inisiatif dengan pendanaan sebesar $39,6 juta yang dirancang untuk mendukumg akses air minum dan layanan sanitasi serta perbaikan perilaku higiene bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan di perkotaan.

“Program yang baru ini secara garis besar hampir sama dengan program yang lama, sektornya masih di air minum dan sanitasi, sedikit bedanya adalah sekarang kita lebih fokus ke masyarakat yang berpenghasilan rendah atau masyarakat 40% terbawah,” ujar perwakilan USAID IUWASH Jakarta bidang Advokasi, Komunikasi dan Koordinasi, Lina Damayanti, Rabu (31/05/17).

USAID IUWASH PLUS bekerjasama dengan instansi pemerintah dan donor, pihak swasta, LSM, kelompok masyarakat dan mitra lainnya untuk mencapai hasil utama. Hasil tersebut yaitu satu juta penduduk perkotaan mendapatkan kualitas layanan air minum yang lebih baik, dimana 500.000 diantaranya adalah penduduk dengan 40% tingkat kesejahteraan terendah dari total populasi.

“Karena jika tdk ada layanan air minum dan sanitasi, masyarakat miskin yang paling menderita. Mereka tidak punya pilihan. Di beberapa tempat, untuk kebutuhan lain seperti mencuci, mandi dan lainnya, masih banyak menggunakan air sungai yang sudah kotor,” ungkapnya.



Untuk memastikan peningkatan akses kepada layanan air minum dan sanitasi yan berkelanjutan, USAID IUWASH PLUS memfokuskan diri pada penguatan sistem layanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan, USAID IUWASH PLUS memfokuskan diri pada penguatan sistem layanan sehingga dapat lebih efektif menjangkau segmen termiskin dan paling rentan dari populasi.

“Tentu ini harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas di tingkat institusi atau PDAM. Tetap harus ada peraturan, tapi selain dari itu, perlu ada mekanisme yang lebih kreatif. Misalnya pembiayaan mikro, ini semacam kredit,” paparnya.

Kredit tersebut diantaranya berupa kredit pembuatan sumur yang aman ataupun membuat jamban. Ini yang ditawarkan untuk masyarakay miskin di perkotaan seperti di kota Makassar.

“Seperti halnya saat mereka melakukan kredit membeli handpone atau kendaraan. Yang dikreditkan misalnya di beberapa tempat pembuatan sumur yang aman bisa di kreditkan atau membuat jamban,” tukasnya.


BACA JUGA