Peluang SYL Rebut Pucuk Pimpinan Golkar

Rabu, 19 Juli 2017 | 14:21 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com — Pasca Ketua Umum DPP Golkar, Setya Novanto disangkakan KPK, perihal dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, sontak Golkar langsung bereaksi.

Golkar menggelar pleno dijajaran pimpinan DPP Golkar. Hasilnya struktur dipimpinan Golkar sepakat untuk tidak mengadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), begitupun tidak akan menunjuk pelaksana tugas (Plt).

Disisi lain, sebelumnya elite Golkar, Akbar Tandjung menyerukan untuk segera dilakukan Munaslub di tubuh pohon beringin itu.

Pasca seruan Akbar Tandjung, mantan rival Setya di Munaslub Bali 2016 lalu, Syahrul Yasin Limpo (SYL) ikut angkat bicara. Gubernur Sulsel dua periode ini menyatakan siap berkontestasi di Golkar jika akan kembali digelar Munaslub.

Lantas bagaimana peluang, ketokohan dan potensi orator ulung dari timur itu?

Pakar politik dari Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Arief Wicaksono menilai bahwa kans SYL sangat besar untuk memperebutkan pucuk pimpinan di partai beringin rimbun itu. Hal ini bukan tanpa alasan, pasalnya sejarah Golkar pernah dipimpin figur dari timur Indonesia, yakni Jusuf Kalla.

Tidak hanya itu, dikatakan Arief pengalaman SYL yang sebelumnya sudah berkontestasi di Munas Bali menjadi modal besar. Begitupun dengan jaringan SYL yang sudah mengakar di Indonesia Timur.

“Kalau ada Munaslub, kans SYL besar sekali, mengingat beliau pernah juga bertarung di Munas Bali yang lalu. Beliau juga ketokohannya di Golkar sudah mengakar, dan jaringannya terutama Indonesia Timur itu modal besar,” kata Arief, pada Rabu (19/7/2017).

Hanya memang, menurut Arief kecil kemungkinan untuk dilakukan Munaslub, pasalanya Golkar melakukan ‘counter’ melalui rapat Pleno pimpinan. “Mengingat sudah ada terbit hasil rapat internal DPP yang tujuh point itu kan,” ucap Arief.

Munaslub Golkar bisa saja terjadi kalau kuat desakan internal, Hal ini juga dikatakan oleh pakar politik dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Priyanto.

Soal SYL, Luhur menilai sudah punya pengalaman di kontestasi Ketum DPP Golkar. SYL sudah bisa mengukur kekuatan. Hanya memang, menurutnya, ketokohan dan pengalaman tentu tidak cukup untuk take over kekuasaan di Golkar.

“Saya kira beliau sudah punya pengalaman di kontestasi Ketua Umum DPP Golkar. SYL sudah bisa mengukur kekuatan,” kata Luhur.

Meski begitu, dalam analisisnya, Luhur mengatakan patronase kelompok yang berkuasa di Golkar saat ini masih cukup kuat untuk digoyahkan oleh status tersangka Setya.

Sehingga, ketokohan Komandan, julukan yang dilekatkan kepada SYL sesungguhnya teruji kalau mampu menjadi motor pendorong Munaslub.

Untuk bisa merubah arah dukungan DPD II dan DPD I Golkar, Luhur mengatakan, SYL perlu melakukan gerakan baru.

“Sehingga bisa merubah arah dukungan di DPD II dan DPD I (Golkar). SYL perlu gerakan non-konvensional kalau serius ingin mengambil alih kepemimpinan di Golkar,” tandasnya. (*)


BACA JUGA