ilustrasi

Dua Ekor Sapi di Maros Positif Antraks, Wilayah Ini Diisolasi

Selasa, 29 Agustus 2017 | 13:36 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

Maros, GoSulsel.com – Jelang hari raya lebaran Idul Adha terhitung 3 hari lagi, membuat warga Maros was-was dengan adanya hewan ternak sapi yang mati mendadak akibat terjangkit bakteri antraks.

Pasalnya, dari enam ekor sapi warga di dua Kecamatan di Kabupaten Maros yakni Kecamatan Cenrana dan Kecamatan Lau. Dua ekor sapi diantaranya mengalami mati mendadak akibat positif bakteri antraks yakni sapi warga yang berada di desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros.

Hal itu, dari hasil pemeriksaan laboratorium bahwa dua ternak sapi warga yang berada di Desa Rompegading, dinyatakan positif bakteri antraks. Akibatnya wilayah tersebut diisolasi dengan memperketat arus lalu lintas ternak yang masuk dan keluar.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Maros, Musyawarah Achmad mengaku pihaknya bersama tim Dinas Peternakan Provinsi telah melakukan penanganan pengobatan dan bangkai.

“Baik Dinas Pertanian Bidang Peternakan maupun Dinas Peternakan Provinsi sudah turun melakukan penanganan pengobatan dan bangkai. Sekarang kita juga sudah melakukan langkah berupa isolasi wilayah,” jelasnya pada Selasa (29/8/2017).

Bahkan pihaknya juga sudah menyampaikan kepada pemerintah setempat agar tidak ada ternak yang keluar masuk dan harus melakukan pengawasan yang ketat.

“Jadi sambil melakukan pengobatan, kita melakukan isolasi wilayah dengan menutup lalu lintas ternak,” jelasnya.

Dengan adanya dua ekor sapi warga yang positif antraks di Desa Rompegading, selama 21 hari petugas melarang adanya ternak yang keluar maupun masuk, utamanya di wilayah ring 1,”Jadi selama 21 hari tidak boleh ada hewan ternak yang keluar maupun masuk. Nanti setelah 21 hari kalau tidak ada lagi laporan kematian maka kita akan lakukan pemberian antibiotik dan vaksinasi,” tegasnya.

Sementara itu, ternak warga yang juga mati secara mendadak di kecamatan lau meski sudah melalui proses pemeriksaan hasilnya negatif, akan tetapi pihaknya tetap melakukan pengawasan didaerah tersebut.

“Tim tetap turun melakukan penanganan hewan kurban untuk melakukan vaksinasi,” tutupnya. (*)


BACA JUGA