#

Kapal Phinisi, Saksi Sejarah Kerjasama Makassar dengan Prancis

Minggu, 10 September 2017 | 06:00 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: A Nita Purnama - GoSulsel.com

Makassar, Gosulsel.com – Makassar International Eight Festival and Forum (F8) kembali digelar perjanjian di atas kapal. Perjanjian ini melibatkan Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia Jean-Charles Berthonnet bersama Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto.

Perjanjian di atas kapal Phinisi terlihat persis dengan Perjanjian Renville yang pernah ditandatangani Indonesia dengan Belanda atas geladak kapal perang Amerika Serikat.

Di atas kapal Phinisi, sebuah kapal penakluk laut yang sangat bersejarah bagi suku Bugis- Makassar, Makassar dan Prancis melakukan MoU terkait kerja sama di bidang smart city.

“Kita tahu Prancis adalah negara besar. Kita tunjukkan juga kebesaran Makassar,” pungkas Danny, Sabtu, (09/09/2017).

Usai nota kesepahaman itu diteken bersama, kapal Phinisi itu pun berlayar bersama bias jingga sunset di balik kepulauan Makassar.

Penjajakan kerja sama tersebut melibatkan Engie Ineo Perancis tentang Teknologi Pengembangan Smart City. Engie Ineo yang merupakan salah satu perusahaan terbesar di Prancis yang bergerak di bidang rekayasa listrik, informasi dan sistem komunikasi.

Selain dengan Engie Ineo Perancis, pada momen F8 ini juga ada kerja sama di bidang Safety City ditandai dengan MoU serta Kerja sama Letter of Intens bersama Kota Kaohsiung tentang Pengembangan pembangunan dan perdagangan.

“Saat ini sedang melakukan penjajakan kerjasama dengan Makassar yaitu New Zealand untuk Energi Terbarukan, Georgia di bidang Pariwisata, dan Afganistan pada sektor Perdagangan,” jelas Kasubag Kerja Sama antar daerah dan Lembaga Bagian Ekonomi dan Kerja Sama, Najiran Syamsuddin.(*)


BACA JUGA