Proyek Bendungan Karalloe Diproyeksi Rampung 2019

Kamis, 16 November 2017 | 16:52 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Afrilian Cahaya Putri - GoSulsel.com

Gowa, GoSulsel.com – Proyek Bendungan Karalloe, Kabupaten Gowa diproyeksi  rampung 2019. Saat ini tahapan untuk pembangunan intake dan terowongan mencapai 400 lebih meter dari 595 meter direncanakan.

Progres pekerjaan bendungan Karalloe ini  disampaikan oleh pihak BBWSJP di baruga Karaeng Pattingalloang, pemkab Gowa, Kamis (16/11/2017).

Pembebasan lahan seluas 183,75 Km yang akan menjadi daerah aliran sungai itu sudah diselesaikan beberapa waktu lalu. Hal ini dijelaskan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Jeneberang Pompengan (BBWSJP) Sulsel, T Iskandar.

“Rencana anggaran untuk tahap awal pembangunan bendungan Karalloe di tahun 2017 ini sebesar Rp 500 miliar lebih,” ujarnya. 

Menurutnya, estimasi pihak BBWSJP, bendungan Karalloe yang berkapasitas daya tampung air 40, 5 juta kubik (m3) itu akan rampung tahun 2019. 

“Saat ini telah berjalan pembangunan intake dan diestimasi selesai pada 7 Desember tahun ini (2017),” tuturnya.

Ketua Komisi V DPR RI Anton Sukartono menyaksikan progress pekerjaan bendungan Karalloe yang disampaikan pihak BBWSJP tersebut mengatakan,  tujuan dilakukan kunjungan ini terkait permasalahan bendungan Karalloe agar dapat diupayakan penyelesaian bersama yang terkait.

“Hasil kunjungan ini akan dilaporkan pada rapat komisi. Harapan kami, agar mendapatkan penjelasan yang kompherensif. Kami juga ingin mengetahui langkah-langkah yang ditempuh dalam menyelesaikan permasalahan terkait pembangunan bendungan ini,”katanya.

Selain itu, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan bahagia karena kedatangan tim Komisi V untuk mendengar apa yang menjadi permasalah dalam pembangunan bendungan tersebut.

“Bendungan ini sempat terhenti pengerjaannya selama tiga tahun karena persoalan lahan. Saya melakukan rapat Muspida dan pihak balai dan setelah rapat dilakukan konsinyasi dan kemudian dieksekusi.

Namun sebelum eksekusi lahan kita lakukan, kita melakukan sosialisasi kepada 127 KK dan memberikan waktu selama satu minggu untuk berbenah, dan sekarang persoalan itu sudah selesai dan kini sudah masuk sesi pembangunan fisik bendungan,” jelas bupati.

Disebutkan Adnan, ada empat bendungan di Kabupaten Gowa yakni waduk Bilibili untuk Kota Makassar, waduk Karaloe untuk Kabupaten Jeneponto, waduk Nipanipa untuk Maros dan waduk Pammukulu untuk Takalar. 

Sehingga Bupati Adnan mengharapkan, Gowa harus membuat Bendungannya sendiri.

“Empat waduk ini semuanya sama sekali tidak diperuntukkan untuk Pemkab Gowa dan bahkan setiap permasalahan dari keempatnya, Gowa yang turun tangan mengatasinya. Karena itu, kami juga ingin memberikan usulan mudah-mudahan Gowa memiliki bendungan juga,” harap Adnan.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah anggota Komisi V DPR RI serta Kepala Bappeda Gowa, Taufiq Mursad, Camat Biringbulu, Muh Yamin dan Camat Tompobulu, diwakili Sekcam Tompobulu, Anwar Asrul.(*)


BACA JUGA