Humas RS Syekh Yusuf Sukses Raih Gelar Doktor

Kamis, 23 November 2017 | 21:42 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Afrilian Cahaya Putri - GoSulsel.com

Gowa, GoSulsel.com – Kepala Bagian Program dan Informasi RSU Syekh Yusuf, Muh. Taslim resmi meraih gelar Doktor dalam bidang Ilmu Kedokteran setelah melalui Ujian Disertasi di aula Prof Amiruddin Fakultas Kedokteran
Universitas Hasanuddin Makassar. Kamis (23/11/2017).

Disertasi yang dipaparkan Muh Taslim berjudul “Model Early Warning Sistem Berbasis GIS Pada Pola Keragaman Genotipe Dari Virus Dengue di Daerah Endemis Demam Berdarah Berdasarkan Kondisi Geografis Makassar, Gowa, Maros”.

Dari Hasil penelitian Muh Taslim, menunjukkan jenis genitype virus dengue pada daerah endemis di Sulawesi Selatan yaitu Makassar dan Maros adalah DEN 2 dan DEN 4, sedangkan Kabupaten Gowa DEN 2. 

“Ada perbedaan keragaman genotype DEN 4 pada daerah endemis DBD, dimana DEN 4 paling banyak ditemukan didaerah Maros, namun tidak ditemukan perbedaan keragaman genotype DEN 2 pada daerah endemis DBD,” jelasnya.

Dalam Disertasinya juga Muh. Taslim pengembangan aplikasi mode Early-warning berbasis geography information system berdasarkan keragaman Genotype Virus Dengue.

Model pengembangan Program ini bisa didownload berbasis android baik oleh pemerintah maupun masyarakat luas.

Melalui aplikasi Ini diharapkan mempermudah pengambilan keputusan pencegahan demam berdarah.

“Android di tengah masyarakat sudah sangat lumrah sehingga ini memudahkan para pengambil kebijakan maupun masyarakat untuk menanggulangi DBD,”ungkapnya.

Adapun Populasi dalam penelitian  ini adalah seluruh penderita DBD di berbagai daerah endemis Gowa, Makassar, dan Maros tahun 2016.Jumlah penderita DBD  yang dirawat di rumah sakit Gowa sebanyak 127 orang, Makassar sebanyak 240 orang dan Maros sebanyak 122 orang. Jumlah polulasi sebanyak 489 orang.

Sementara itu Prof Arsunan memuji disertasi tersebut sebagai sebuah bentuk deteksi dini dari demam berdarah yang endemis di hampir semua daerah Indonesia.

“Penemuan ini akan sangat berguna untuk pemetaan faktor risiko penularanvirus dengue secara global dan mengetahui sistem informasi yang memudahkan dalam pengambilan keputusan pengendalian demam berdarah,”ujarnya.(*)


BACA JUGA