Danny Pomanto dan Indira Mulyasari
#

Strategi Danny Jadi Ancaman Lawan Politik di Pilwali

Senin, 01 Januari 2018 | 11:30 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Makassar,GoSulsel.com – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota petahana, Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (Danny-Indira) bakal menjadi lawan berat bagi paslon penantang di Pilwali Makassar mendatang.

Meskipun skenario tiga pasangan calon dan head to head belum bisa dipastikan, tapi pasangan yang menggunakan akronim DIAmi ini mampu menggaet dukungan rakyat.

Pada dukungan pasang calon perseorangan misalnya, pasangan ini melampui batas minimal dukungan hingga kurang lebih 80 persen. Dari batas minimal 65.354 dukungan, DIAmi malah mampu mendapat 117.492 dukungan, belum termasuk dukungan tidak memenuhi syarat (TMS) karena adanya kekurangan dokumen, begitu juga dengan dukungan yang dipersiapkan oleh DIAmi sebagai antisipasi kekurangan.

Tidak hanya itu, pasangan ini juga didukung oleh partai pemilik suara terbanyak, yakni Demokrat. Selain Demokrat, turut pula PPP, Berkarya, Perindo, Partai Idaman dan PSI.



Menanggapi hal itu, Direktur Epicentrum Politica, Iin Fitriani mengatakan, perpaduan dukungan KTP dan Partai akan menjadi kekuatan Danny-Indira mengimbangi paslon yang menggunakan jalur partai politik. 

“Itu termasuk strategi yang cukup baik. Karena dengan saling menopangnya dua kekuatan tersebut akan mengimbangi lawan dari jalup Parpol,” kata Iin, Senin (1/1/2018).

Bahkan dia menilai peluang Danny-Indira pada hajatan politik lokal lima tahunan mendatang sangat terbuka lebar. Menurutnya, geliat jalur independent ini mejadi tren tersendiri di mata para calon Pemilih. 

“Jadi itu akan membuat persaingan semangin ketat,” ucapnya.

Menurutnya, dukungan KTP yang berjumlah ratusan ribu itu sudah pasti menjadi pemilih real DIAmi di lapangan. Akan tetapi peluang berubah masih memungkinkan terjadi hingga hari pemilihan, perubahan itu pun sangat tipis.

Alasannya, karena pemilih juga punya hak untuk menilai dan mempertimbangkan siapa yang akan mereka pilih. Akan tetapi, jika strategi tim DIAmi akurat, maka mampu menjaga suara tersebut hingga hari pemilihan.

“Dukungan KTP itu merupakan bukti bahwa mereka diinginka oleh rakyat, tentu saja itu real. Tapi jika berbicara soal dukungan akan berubah atau tidak itu tergantung strategi team dalam menjaga modal tersebut agar tetap sama hingga hari pemilihan,” tandasnya.(*)


BACA JUGA