#

Setelah Gerindra, PKS Terancam Hengkang dari NA-ASS

Jumat, 05 Januari 2018 | 11:56 Wita - Editor: Irwan AR - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com — Mendekati pendaftaran kandidat Gubenur untuk Pilgub Sulsel tahun ini, dinamika politik di Sulsel kian bergejolak.

Sebelumnya partai Gerindra secara mengejutkan mengalihkan dukungan ke Agus Arifin Nu’mang-Taribali Lamo (AAN-TBL), kini giliran PKS yang tidak menjamin akan berada di barisan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) hingga pendaftaran di KPU 8 sampai 10 Januari mendatang. PKS ikut goyah, NA-ASS oleng, bagaimana tidak, bila PKS betul-betul hengkang, maka NA-ASS masuk ke zona tidak aman mengambil tiket pertarungan Pilgub tahun ini.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW PKS Sulsel, Irwan ST mengaku, DPP PKS memang telah menyerahkan rekomendasi form B1 KWK ke NA-ASS di Jakarta kemarin. Akan tetapi tidak menjadi jaminan kendaraan politiknya pada Pilgub Sulsel 27 Juni 2018 mendatang. Akan tetapi pengalihan dukungan itu akan dilakukan jika terjadi hal yang luar biasa.

“Kecuali ada kejadian luar biasa sampai situasinya tidak memungkinkan lagi baru bicara ulang,” kata Irwan ST, Jumat (5/1/2018).



Hal ini sebagai antisipasi jika NA-ASS tidak mempu mempertahankan parpol yang ada. Analoginya, Gerindra yang hengkang dari Prof Andalan tidak akan mungkin tanpa koalisi, alasannya lantaran partai yang mengontrol 11 kursi ini tidak bisa mengusung tunggal. Partai yang memiliki peluang digandeng partai berlambang kepala garuda itu adalah PAN dan PKS.

Kemungkinan ini menjadi hal luar biasa dimaksud Irwan. Tetapi dia tetap optimis hingga hari ini belum ada perubahan perubahan yang luar biasa diinternal partai pengusung NA-ASS.

Dijelaskan pula, LO PKS yang tergabung dalam Sekgab Prof Andalan telah melaporkan bahwa semua partai pengusung masih mempertahankan dukungan, kecuali Gerindra yang terlanjur hengkang.

Meski demikian, dia tidak ingin mengandai-andai perihal pengalihan dukungan. Menurutnya, PKS tidak akan mengandai-andai, namun tidak ingin juga terjebak jika memang terjadi konstelasi yang luar biasa.

“Kalau PKS kejadianpi baru ditanyaki. Kalau belum kejadian, kita tidak mau mengandai-andai,” katanya.

Sebelumnya, kamis malam kemarin, Gerindra resmi meninggalkan Prof Andalan. Hal ini ditandai dengan penyerahan rekomendasi yang dilakukan langsung oleh Ketua DPP Gerindra, Prabowo Subianto ke Agus AN, di kediaman pribadi Prabowo, Karta Negara, Kemayoran Baru, Jakarta.(#)


BACA JUGA