Cerita SYL, Tiga Kali Selamat dari Teror Bom

Selasa, 16 Januari 2018 | 20:29 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

Makassar,Gosulsel.com-Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo punya cerita tersendiri soal kasus terorisme. Sebagai pejabat publik, ternyata dirinya sudah tiga kali selamat dari teror. 

Pertama saat dirinya masih menjabat sebagai Bupati Gowa. Saat itu dia bersama keluarganya sedang bersantai di Mal Ratu Indah Makassar, tepatnya tanggal 22 Desember 2002.

Tepat di mana kejadian teror bom menimpa Restoran cepat saji, Texas Fried Chiken dan counter Disc Tara di pusat perbelanjaan tersebut.

Saya tidak tahu kenapa begitu, waktu teror bom Mari, saya jalan-jalan dan mau makan di salah satu kafe. Feeling dan intensitas saya mengatakan ada yang tidak benar. Sampai di Rujab Bupati Gowa kejadian teror terjadi,” katanya saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (16/1/2018).



Kejadian kedua adalah saat Bom Jimbaran 2005. Saat itu dirinya menjabat sebagai wakil gubernur dan melakukan kunjungan kerja di Bali. 

Saat dimana serangkaian pengeboman yang terjadi di Bali pada 1 Oktober 2005. Terjadi tiga pengeboman, satu di Kuta dan dua di Jimbaran dengan sedikitnya 23 orang tewas dan 196 lainnya luka-luka. 

Sama halnya saat Jimbaran, saat itu rencana mau makan di jembaran. Bob kepala perwakilan menyiapkan makanan di sana, tapi karena saya ketiduran di mobil akhirnya tidak jadi. Saya makan di hotel, sampai di hotel bom kemudian meledak.  Bukan karena ada apa-apa, semua kebetulan saja terjadi,” tutur SYL. 

Kejadian ketiga saat dirinya memberikan sambutan pada kegiatan jalan bersama, sebagai rangkaian pelaksanaan HUT Golkar Makassar, 11 November 2012. Beruntung dua bom berdaya ledakan tinggi yang dilempar pelaku tak meledak. 

“Saat itu ada 200 ribu audiens, sebelum kegiatan memang saya ajak baca Alfatihah. Saat dilempar bom itu masih bunyi kayak mercon dan kemudian masih di atas belum jatuh ke bawah sempat saya lihat dan jatuh 4 meter dari saya,” ungkapnya.

Kejadian-kejadian tersebut menurutnya bisa saja terjadi kepada siapa saja. Untuk itu semua orang harus waspada terhadap lingkungan  sekitar. (*) 

 


BACA JUGA