Kadis Koperasi Makassar Sebut Koperasi Bapenda Layak Jadi Contoh

Selasa, 30 Januari 2018 | 15:45 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

Makassar, Gosulsel.com – Pengurus Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Pedati Sejahtera Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-24, di Aula Bapenda Sulsel. Jalan AP Pettarani, Selasa (30/1/2018)

dalam tersebut, Ketua Koperasi Pedati Sejahtera, Abdul Malik Ibrahim SH, melaporkan pencapaian koperasi Pedati Sejahtera Bapenda Sulsel. Dalam laporannya, Abdul Malik Ibrahim menyebutkan bahwa hingga 31 Desember 2017, sebanyak 527 anggota telah melakukan simpanan sebesar Rp 13.508.068.000.

Pada rapat tersebut, diketahui bahwa jumlah modal usaha koperasi ini mencapai Rp 15,8 miliar lebih.

Sementara pegawai yang berhenti menjadi anggota karena pensiun pada 2017 mencapai 160 orang dan telah menerima pengembalian aset sebesar Rp 1.009.755.000.



Pada tahun 2017, koperasi juga menyalurkan dana berupa paket simpan pinjam Rp 19.047.330.000, paket barang campuran senilai Rp. 1.905.796.300, dan paket sembako Bulan Ramadhan kepada anggota dengan nilai sebesar Rp. 220.000.000.

Kadis Koperasi dan UMKM Provinsi Sulsel, H Malik Faisal SH, M.Si, menambahkan, Koperasi Pedati sudah dapat naik kelas menjadi Koperasi Premier Provinsi karena anggotanya tersebar di 24 kabupaten/kota di Sulsel dan terus mengalami peningkatan aset.

“Yang paling penting, koperasi harus menerapkan suku bunga yang bersaing dengan lembaga keuangan lainnya,” ujar mantan Sekretaris Bapenda Sulsel ini.

Kepala Dinas Koperasi Kota Makassar Evi Aprialty SE, MM yang turut hadir dalam rapat teraebut juga mengatakan, Koperasi Pedati adalah koperasi yang cukup sehat di Makassar dan paling pertama menggelar RAT pada tahun ini dari sekian ribu koperasi yang ada di Makassar.

“Jumlah koperasi di Makassar sebanyak 1.528 unit, namun yang menggelar RAT baru setengahnya, Koperasi Pedati termasuk yang paling pertama menggelar RAT,” ujarnya.

Selain itu, Evi Aprialty Dalam kesempatan tersebut, juga meminta izin untuk menjadikan Koperasi Pedati sebagai lokasi studi banding koperasi Iainnya karena dinilai sukses dan layak dijadikan contoh. (*)


BACA JUGA