PANEN PADI - Seorang Petani memisahkan gabah menggunakan alat tradisional saat panen di area persawahan Hertasning, Makassar (21/3/2016). GO CAKRAWALA/ ZUL KIFLI

Panen di Penghujan, Harga Gabah Tetap Normal

Kamis, 01 Februari 2018 | 21:16 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

Makassar, Gosulsel.com — Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel memastikan harga gabah di Sulsel tidak anjlok. Meski saat musim panen bersamaan dengan musim hujan di beberapa daerah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel Fitriani mengatakan harga gabah kering panen (GKP) yang ada di tingkat petani masih normal. Bahkan tidak terpengaruh dengan musim penghujan.

pt-vale-indonesia

“Harga gabah kering panen masih sekitar Rp5000 perkilogram, paling rendah di kisaran Rp4700 perkilogram,” katanya, saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis(01/02).

Sejak minggu pertama Januari, beberapa daerah di Sulsel telah melakukan panen perdana, seperti di Sidrap, Bulukumba dan Pinrang. Panen di Sulsel akan terus berlanjut sampai bulan April.

Fitriani menyebutkan tahun ini pihaknya menargetkan produksi beras Sulsel 6,5 juta ton. Melihat kondisi yang ada, Pemprov Sulsel optimis target tersebut bisa dicapai.

“Mudah-mudahan bisa di atasnya. Ada beberapa program untuk mencapai target tersebut mulai penyiapan bibit yang bagus, pupuk harus ada, teknologi budidaya termasuk pemeliharaan kemudian dukungan alsintan,” jelasnya.

Terkait pencetakan sawah di tahun 2018, Fitriani menjelaskan tak jauh beda dengan tahun 2017. Di mana tahun lalu, Tercetak 3900 hektare sawah di 11 Kabupaten.

“Kurang lebih sama tahun lalu. Intinya untuk pencetakan sawah harus ada air, lahan tak boleh bermasalah dan ada petaninya,” pungkasnya.(*)


BACA JUGA