Ini Jumlah Siswa di Gowa yang Menerima KIP dari Kemendikbud

Senin, 19 Maret 2018 | 12:06 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Afrilian Cahaya Putri - GoSulsel.com

Gowa,Gosulsel.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk siswa. Di Gowa sebanyak 32.614 siswa SD hingga SMA menerima KIP 2017.

“Saat ini 31.703 anak telah membuka rekening, 27.708 telah mencairkan dana KIP. Belum melakukan aktivasi sebanyak 3.995 anak. Jadi sekitar 911 yang belum diterbit rekeningnya,”Kadis Pendidikan Gowa, Dr Salam, ketika dikonfirmasi Senin (19/3/2018).

Dr Salam mengatakan, untuk mendapatkan SK penetapan siswa penerima bantuan PIP (Program Indonesia Pintar) dari Kemendikbud, Dispora Gow mengirimkan surat pemberitahuan dan daftar penerima PIP ke sekolah/lembaga pendidikan non formal lainnya yang dilengkapi dengan lokasi dan waktu pengambilan dana bantuan.

“Pihak sekolah memberitahukan ke siswa/orangtua waktu dan tempat pengambilan dana bantuan tersebut. Para orangtua siswa tinggal membawa dan menunjukkan bukti KK, KTP, ijazah atau Rapor yang menjadi identitas siswa penerima ke bank yang ditunjuk,”tuturnya.

Mengenai hambatan terjadi, Dr Salam mengatakan, hambatan yang terjadi dalam penyaluran dan pencairan KIP di Gowa. Ada lima faktor penyebab yakni, sebagian besar orangtua siswa berat untuk melakukan pencairan karena biaya yang harus dikeluarkan untuk mencairkan (biaya transport ke Bank dll) lebih besar daripada yang diterima.

“Belum lagi jika harus bolak balik untuk mengurus kelengkapan administrasinya. Atau dengan kata lain, jarak antara sekolah dengan lokasi bank yang ditunjuk untuk mencairkan dana KIP sangat jauh dan memerlukan biaya yang cukup mahal, yah misalnya karena dia tinggal di daerah terpencil. Termasuk juga menjadi kendala yakni beberapa kasus di sekolah masih ditemukan nama dan nomor rekening tercantum di dalam daftar penerima dana KIP, tapi ketika di cek saldonya tidak ada (kosong),” kata Salam.

Salam juga menyebutkan jika di beberapa sekolah masih ditemukan ada siswa yang sudah tamat dari sekolah tapi namanya masih termuat dalam daftar penerima KIP. Juga ada penerima KIP yang sudah pindah ke daerah lain tapi namanya masih muncul pada daftar penerima KIP di sekolah tersebut.

“Hal lain juga yakni ditemukan ketidak sesuaian data nama siswa/ orangtua di kartu keluarga dengan data di Dapodik, karena data KIP diambil dari Dinas Sosial tanpa mencocokkan/ mengsingkronkan data. Dan pihak bank tidak melayani ketidak sesuaian data tersebut. Ada juga peserta penerima KIP yang tercantum dalam daftar yang dikeluarkan oleh kementrian tapi di sekolah tersebut siswa tersebut tidak ditemukan keberadaannya,” jelas Salam.

Melihat dari beberapa faktor hambatan itu, Pemkab Gowa dalam hal ini Dinas Pendidikan pun menginstruksikan kepada kepala sekolah untuk membantu penerima KIP dengan cara mewakilkan orangtua penerima KIP tersebut untuk pencairan dana KIP tersebut secara kolektif.

“Kami juga akan meminta pihak penyalur (bank) untuk membantu memudahkan proses pencairan KIP oleh orangtua atau pihak sekolah antara lain adanya loket khusus yang harus disiapkan oleh pihak bank untuk melayani orangtua atau pihak sekolah dalam melakukan pencairan,” kata kadis yang sempat tampil sebagai narasumber dari lima narasumber termasuk Dirjen Dikdasmen, Hamid Awaluddin yang hadir dalam pemaparan program PIP di Jakarta belum lama ini.

Dijelaskan Salam, dana KIP tahun 2017 untuk 32.614 siswa di Gowa dialokasi pusat sebesar Rp 13.007.700.000.(*)


BACA JUGA