Di HUT Wajo, Gubernur Puji Komitmen Masyarakat Bumi Lamadukelleng

Jumat, 30 Maret 2018 | 09:13 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

wajo,Gosulsel.com – Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) menghadiri puncak acara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-619 Kabupaten Wajo di Lapangan Merdeka, Kota Sengkang, Kamis (29/3/2018).

Adapun tema HUT tahun ini “Melalui momentum hari jadi Wajo ke-619 Mari Kita Jaga Semangat Kebersamaan”.

SYL yang tiba disambut dengan tari tradisional Paddupa (tari penyambutan tamu kehormatan) dan  masyarakat yang antusias dan telah lama menanti Gubernur dari Makassar. 

Gubernur SYL dalam sambutannya, menyampaikan kontribusi Wajo sejak dahulu kala, tercatat di sastra teks Bugis kuno, serta ketika Sultan Hasanuddin dan kerajaan-kerajaan di wilayah Sulsel melawan penjajah Belanda. 

“Orang Wajo punya peradaban yang sangat kuat dari dulu, kita dari dulu memiliki sastra tertinggi I La Galigo,” kata.

Ia menyampaikan, bahwa orang Wajo memiliki komitmen tinggi terhadap apa yang sudah disepakati. Ini terjadi saat perjanjian Bongaya, ketika Arung Matowa Wajo dan Kerajaan Wajok menolak perjanjian tersebut. 

“Terjadilah perjanjian Bonganya, yang dimana kerajaan Wajo satu-satunya yang menentang bahwa tidak, tidak ada perjanjian di Wajo dengan Bongaya, di situlah kesetiaan bertemanan dan idealisme orang Wajo yang tidak bisa diragukan dalam situasi apapun juga,” sebutnya. 

Di masa saat ini,  di Sulsel kontribusi paling utama, yaitu Wajo menjadi daerah penghasil energi listrik bagi Sulsel. 

“Ada beberapa hal strategis Wajo berkontribusi terhadap Sulsel yang pertama (PT) Energi Sengkang memberikan dampak luar biasa dalam sepuluh tahun ini, sehingga kita punya energi listrik. 

Selain itu Wajo semakin maju dengan hadirnya Bendungan Passeloreng sebagai bendungan besar juga akan memberikan kontribusi di bidang pertanian dan energi. 

Sementara itu, Bupati Waji Andi Burhanuddin Unru menyebutkan, keberhasilan kabupaten yang dipimpinnya karena pembinaan dari  SYL sebagai gubernur selama 10 tahun. 

“Upaya tersebut, tentu tak lepas dari dukungan Bapak Gubernur Syahrul Yasin Limpo, yang ingin melihat kita semua maju dan lebih baik lagi. Kesempatan yang berbahagia ini, rasanya tidaklah berlebihan, saya atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Wajo menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi- tingginya kepada komandan SYL atas dedikasi dan pengorbanannya selama 10 tahun,” sebutnya. 

Pada kesempatan ini SYL mendapatkan gelar kehormatan La Teru Daeng Parani yang memiliki makna yang melekat diantarnya, sosok pintar nan jujur, berani dan konsekuen serta watak dan pikiran jernih. 

Gubernur memberikan bantuan pembangunan Rp1 miliar. Kabupaten Wajo juga meraih prestasi pencatatan pada Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) “Pawai Menggunakan Busana Sarung Sutera Terbanyak”, usulan jumlah 3.000 peserta namun tercatat 12.331 orang.(*) 


BACA JUGA