Disdukcapil Makassar Diserbu Pelamar TNI/ POLRI

Rabu, 11 April 2018 | 20:13 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: A Nita Purnama - GoSulsel.com

Makassar, Gosulsel.com – Seleksi penerimaan anggota TNI/ POLRI yang berlangsung sejak tanggal 26 Maret hingga 11 April 2018, membuat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Makassar diserbu calon pendaftar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Makassar, Nielma Palamba, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/04/2018).

“Jadi sejak dua minggu belakangan ini kantor kami diserbu oleh para pelamar. Para calon peserta seleksi di lingkup TNI/ POLRI,” ujarnya.

Dikatakannya, para calon pendaftar tersebut melakukan legalisasi dokumen. Dokumen tersebut diantaranya kartu keluarga, akta kelahiran, dan kartu tanda penduduk (KTP).

“Itu semua di urus disini (Disdukcapil). Tidak ada instansi lain yang diterima oleh panitia seleksi untuk melakukan legalisasi. Banyak yang sudah melakukan legalisir di kantor camat tapi ditolak oleh pansel sehingga harus dukcapil, itu sudah dari beberapa tahun yang lalu,” jelasnya.

Selain legalisasi dokumen, calon pendaftar tersebut juga melakukan perbaikan data. Hal ini juga menjadi penyebab banyaknya calon peserta yang datang ke Disdukcapil.

“Jadi banyak warga yang mendaftar kemarin, datanya tidak aktif. Lalu, banyak yang dokumennya berbeda antara satu dan yang lain. Misalnya kartu keluarga (KK) berbeda dengabn KTP, ijazah, atau akta kelahiran. Itu semualah yang menyebabkan banyak warga yang membludak datang ke kami,” paparnya.

Namun, lanjutnya, dikarenakan jumlah warga yang membludak tersebut sehingga proses legalisasi ataupun perbaikan dokumen yang menuntut kesabaran pendaftar. Pasalnya, untuk perbaikan data saja jumlah pengunjung di Kantor Disdukcapil perhari mencapai 300 orang.

Peningkatannya, pasti membludak. Namanya juga org kalo punya kepentingan. Itulah kelemahan warga, nanti ada kepentingannya baru datang, jadi membludak. Seharusnya jauh sebelumnya itu sudah diurus. Nanti mereka mau mendaftar baru liat ternyata ktp beda dgn kk, ijazah, baru datang diperbaiki.

“Harap maklum ketika kondisi seperti ini di kantor kami, karena tidak sedikit yang dilayani perhari. Kurang lebih perhari kami mendapat antrian untuk perbaikan data saja itu kurang lebih 300 orang. Seharusnya sebulan sebelumnya atau jauh-jauh hari sudah diurus,” tukasnya. (*)


BACA JUGA