Jaga Stabilitas Ekspor, Soni Jamin Keamanan

Kamis, 19 April 2018 | 14:50 Wita - Editor: Irwan AR - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

Makassar, GoSulsel.com– Banyak pihak yang pesimis dengan pertumbuhan ekonomi terutama aktifitas ekspor di tengah pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Beberapa kalangan menilai akan terjadi penurunan nilai ekspor Sulsel selama tahun politik.

Terkait hal tersebut, Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono memberi garansi jika aktifitas ekspor Sulsel tetap berjalan dengan baik. Dirinya berjanji memberikan fasilitasi bagi pengusaha untuk melakukan ekspor-impor.

“Rumus pengusaha itu satu, yang ditunggu-tunggu stabilitas. Ketika Pak Syahrul turun, apa yang dilakukan Pj Gubernur untuk menjaga, kalau kondusif semua tidak terpengaruh,” kata Soni, di Rujab Bupati Bone, Kamis (19/4/2018).

Pihaknya bersama aparat keamanan, baik polisi dan TNI siap memberikan rasa keamanan bagi pelaku ekonomi. Termasuk mengawal jalannya Pilkada agar tetap aman dan damai.

“Saya jamin akan tetap kondusif, Pangdam dan Kapolda siap memback up penuh di Sulsel,” tegas Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri ini.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis kinerja ekspor Sulsel periode Maret 2018 menunjukkan tren positif. Kendati demikian, peningkatan nilai ekspor pintu gerbang Kawasan Timur Indonesia itu tidaklah signifikan. BPS mencatat nilai ekspor Sulsel naik tipis sebesar 1,45 persen menjadi US$91,90 juta pada bulan ketiga tahun ini.

“Nilai ekspor yang dikirim melalui Pelabuhan Sulsel pada Maret 2018 mencapai US$91,90 juta. Terjadi kenaikan 1,45 persen dibandingkan periode bulan sebelumnya yang berkisar US$90,58 juta,” kata Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam.

Kenaikan nilai ekspor Sulsel, tidak hanya terjadi secara bulanan, tapi juga secara tahunan. Namun, lagi-lagi peningkatannya memang tidaklah begitu signifikan. BPS mencatat nilai ekspor Sulsel secara tahunan naik 5,63 persen, dimana periode yang sama pada tahun lalu hanya berkisar US$87 juta.

Menurut Nursam, kenaikan nilai ekspor Sulsel masih sama seperti periode bulan sebelumnya, sangat dipengaruhi oleh nikel. Bahkan, meski ekspor nikel secara bulanan menurun, komoditas tersebut masih sangat mendominasi. Nilai ekspor nikel sebesar US$58,58 juta setara dengan 63,74 persen dari total nilai ekspor Sulsel.

Selain nikel, Nursam menyampaikan empat komoditas lain yang memberikan kontribusi terhadap kinerja ekspor Sulsel meliputi biji-bijian berminyak dan tanaman obat; kayu dan barang dari kayu; gandum-ganduman; serta lak, getah dan damar. Masing-masing kontribusi komoditas itu sebesar 10,12 persen; 6,25 persen; 5,37 persen dan 3,64 persen.

Untuk negara tujuan ekspor, Sulsel kebanyakan mengirimkan komoditas andalannya ke Jepang. Kontribusinya bahkan mencapai 66,78 persen, itu lantaran seluruh nikel memang dikirim ke Negeri Sakura.

“Selain Jepang, negara tujuan ekspor lainnya yang cukup besar adalah Tiongkok, Amerika Serikat dan Filipina,” pungkasnya. (*)


BACA JUGA