Paduan Suara Bapenda Sulsel Ikut Festival Lagu Mars Revolusi Mental Tingkat Sulsel

Jumat, 27 April 2018 | 15:53 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

Makassar, Gosulsel.com – Paduan Suara Pegawai Badan Pendapatan Daerah (PS Bapenda) Sulsel tampil memukau dengan membawakan dua buah lagu pada Festival Lagu Mars Revolusi Mental Tingkat Sulsel 2018, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (27/4/2018).

PS Bapenda membawakan dua buah lagu yakni Mars Revolusi Mental dan lagu pilihan berjudul To Mepare. To Mepare bercerita tentang keriangan saat menuai padi di sawah.

Acara dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Pemprov Sulsel, Ruslan Abu, mewakili Penjabat Gubernur Soni Sumarsono membuka acara Festival Lagu Mars Revolusi Mental Tingkat Sulsel Tahun 2018, Kamis (26/4/2019). Lomba ini diikuti OPD Provinsi Sulsel dan kabupaten/kota se Sulsel.

Mars Revolusi Mental diharapkan dapat dimaknai bukan saja untuk negara, tetapi revolusi dalam pribadi masing-masing.

“Tujuan revolusi mental adalah agar kita dapat beradaptasi dan diterima oleh seluruh penjuru negeri,” kata Ruslan.

Ruslan melanjutkan, revolusi mental, memiliki tiga nilai utama. Yaitu cara pandang, sikap perilaku dan cara kerja yang berorientasi pada kemajuan dan kemoderenan, revolusi mental yaitu integritas, etos kerja dan gotong royong.

Integritas  dapat diartikan sebagai kesesuaian kata dan perbuatan, sedangkan etos kerja dapat diartikan sebagai sikap yang berorientasi pada hasil terbaik, semangat tinggi dalam bersaing, optimis dan selalu mencari cara produktif dan inovatif. Sedangkan gotong royong sebagai keyakinan mengenai pentingnya melakukan kegiatan secara bersama-sama.

“Revolusi tidak selalu berarti perang melawan penjajah, tetapi revolusi merupakan refleksi ketajaman bahwa masyarakat harus dikembalikan pada aslinya,” sebut Ruslan.

Lomba tingkat OPD Provinsi Sulsel dan kabupaten/kota se-Sulsel ini diharapkan sebagai titik awal untuk lebih meningkatkan integritas, etos kerja dan rasa gotong royong.

Penjabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono, begitu antusias mengabadikan momen para peserta lomba ini. Dengan menggunakan kamera di ponselnya, sesekali mengomentari penampilan beberapa peserta.

Soni menyaksikan festival ini sepulangnya dari Jakarta menghadiri peringatan Hari Otonomi Daerah Ke-22. Acara ini merupakan gagasannya untuk membangkitkan rasa nasionalisme di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) terlaksana dengan baik.

Lomba ini dilaksanakan dua dinas yakni  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel dan Dinas Pendidikan Sulsel menjadi penanggung jawab. Lomba diikuti sebanyak 33 peserta.

“Saya suka penampilan bapenda, suaranya memiliki power dan enak didengar. Selain itu mereka juga memadukannya dengan tarian yang tidak ditampilkan peserta lain,” kata Adi, salah satu penonton.(*)


BACA JUGA