Pelajaran Muatan Lokal Kembali Dimasukkan ke Kurikulum SMP di Gowa

Selasa, 01 Mei 2018 | 17:05 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Afrilian Cahaya Putri - GoSulsel.com

Gowa, gosulsel.com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Dr Salam memperjuangkan mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) untuk kembali dimasukkan dalam kurikulum untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Gowa. 

“Sekarang guru bahasa daerah (mulok) kembali dimasukkan dalam Mapel. Kemarin ini yang kita perjuangkan di Jakarta. Bahkan saat saya diundang menjadi pembicara, ini yang saya bahas,” jelasnya, Selasa (1/5/2018).

Selain itu, Dr Salam juga mengatakan, mata pelajaran Mulok masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) kurikulum 2006. Tetapi, sejak kurikulum 2013 diterapkan, secara otomatis mapel mulok yang berisikan bahasa daerah ini hilang. 

“Kasihan guru-guru yang sudah terima sertifikat tiba-tiba mapel itu dihilangkan. Makanya bulan lalu saya perjuangkan habis-habisan,” lanjutnya.

Selain itu, pada tahun ajaran baru mendatang, sudah berlaku untuk mapel Bahasa Daerah hanya akan diterapkan untuk kelas VII SMP. 

Sementara itu, mapel bahasa daerah untuk Sekolah Dasar (SD) sudah ada di mapel Seni Budaya.

Terkait jumlah guru yang ada di Gowa, Dr Salam mengungkapkan, tidak mencapai angka ratusan, namun dirinya tidak mengetahui jumlah pastinya. 

“Intinya bahasa daerah kan budaya kita. Dan mapel mulok sebagai cara kita agar tetap lestari. Kalau tidak masuk kurikulum itu susah untuk menjaganya,” tutupnya.(*)

pt-vale-indonesia


BACA JUGA