Malas Berkantor, Sumarsono Sebut Deng Ical Sibuk Nyaleg

Jumat, 13 Juli 2018 | 19:52 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

Makassar, Gosulsel.com — Pasca pemilihan kepala daerah (Pilkada), tepatnya pemilihan Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal yang merupakan Wakil Walikota Makassar dikabarkan sudah tidak pernah berkantor lagi. 

Berdasarkan informasi yang diperoleh, lelaki yang akrab disapa Deng Ical itu saat ini tengah mempersiapkan diri untuk maju dalam kontes pemilihan calon legislatif (Pilcaleg) untuk DPR RI. 

Berdasarkan aturan, jika memang yang bersangkutan ingin maju pada Pilcaleg, sebagai pejabat daerah, yang bersangkutan harus segera mengajukan pengunduran diri. Seperti yang dilakukan Wakil Bupati Soppeng, Supriansa. 

Namun menurut Soni, hingga saat ini, surat pengunduran diri Deng Ical belum sampai ke Pemprov Sulsel. Artinya kepastian Deng Ical untuk bertarung di busrah Pilcaleg masih dipertanyakan. 

Soal mantan anggota DPRD Kota Makassar tidak pernah lagi masuk kantor pasca Pilwalkot, Soni mengimbau sebaiknya tetap berkantor karena dia masih tetap sebagai Wakil Walikota Makassar. 

“Saya kira tidak masuk kantor jangan negatif dulu melihatnya. Mungkin karena kesibukan-kesibukannya sebagai caleg. Namun saya himbau, kalaupun memang tidak ada tugas yang lain, tetap masuk karena dia masih tetap sebagai wakil walikota,” kata Soni, Jumat (13/7/2018).

Soni yang juga Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri itu mengemukakan, kemungkinannya Deng Ical masih sibuk luar biasa. Apalagi dalam rangka persiapan Pilcaleg. Yang bersangkutan harus membangun jaringan, konsentrasi pada aktifitas menyusun, melengkapi persyaratan sebagai calon legislatif. 

“Tapi hingga saat ini, surat pengunduran diri Wakil Walikota belum masuk ke Pemprov, ” ungkapnya. 

Dia menekankan, kenapa setiap kali kepala atau wakil kepala daerah diminta mengundurkan diri saat menyatakan akan ikut pilcaleg, karena proses yang harus dilalui memakan cukup waktu.  

“Disamping urus administrasi juga persoalan kampanye butuh tenaga dan konsentrasi,” jelasnya.(*)


BACA JUGA