Buku PLH Beredar, Kadisdik Gowa: Saya Minta Sekolah Jangan Bayar

Sabtu, 28 Juli 2018 | 20:43 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Rusli - GoCakrawala

Gowa, Gosulsel.com — Buku Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) yang beredar di Kabupaten Gowa menimbulkan keresahan pihak sekolah. 

Selain harganya yang cukup mahal, oknum distributor juga seolah-olah memaksa pihak sekolah untuk membeli buku tersebut. 

Informasi yang diperoleh menyebutkan, harga buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk kelas 4, 5 dan 6 Sekolah Dasar itu dibanderol senilai Rp 9 juta per paket.  

Pengakuan sejumlah Kepala Sekolah buku itu langsung didrop ke sekolah oleh Media Komunikasi dengan mengatasnamakan Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Dr Salam yang dikonfirmasi wartawan sangat geram mendengar informasi itu. Dosen UNM inipun menginstruksikan kepada pihak sekolah untuk tidak membayarkan buku tersebut. 

“Buku PLH itu beredar tanpa sepengetahuan Dinas Pendidikan. Saya minta sekolah jangan bayar,” tegas Dr Salam, Sabtu, 28 Juli.

Ia mengatakan, sekolah di Gowa rata-rata sudah berbasis Adiwiyata. Hanya butuh satu buku atau buka di online untuk referensi bagaimana memanfaatkan lingkungan sekolah. 

Karena itu, kata dia, sekolah tidak lagi membutuhkan buku Pendidikan Lingkungan Hidup. Disamping tidak masuk kurikulum, buku itu jika dibeli, hanya akan mubazir.

“Buku PLH itu bukan buku wajib dan bukan buku mata pelajaran. Sangat mubazir kalau sekolah membelinya tetapi tidak bermanfaat,” bebernya.

Menurutnya, kebutuhan buku siswa di sekolah saat ini sudah terpenuhi. Apalagi dana BOS triwulan II memang diprioritaskan 20% untuk peruntukan pembelajaran buku. “Tapi harus buku kurikukum dulu yang dibayarkan. Setelah itu kalau ada sisanya baru buku referensi,” terangnya.

Ketua LSM Mapankan Kabupaten Gowa, Fajar Situju, mendukung instruksi Kadis Pendidikan melarang pihak sekolah membayarkan buku Pendidikan Lingkungan Hidup. 

Apalagi hasil investigasinya, rata-rata kepala sekolah mengeluh. “Ada lima kecamatan yang jadi sasaran empuk buku PLH. Somba Opu, Pallangga, Bajeng, Bajeng Barat dan Bontonompo,” sebutnya.(*)


BACA JUGA