Tetap Akomodir Melani, Pengamat Sebut Terkesan Dipaksakan

Kamis, 02 Agustus 2018 | 16:14 Wita - Editor: Irwan AR - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – Kabar soal Melani Mustari Mustari positif mengandung methamphetamine dan amphetamine atau di Indonesia disebut dengan sabu-sabu rupanya tidak membuat partai golkar bergeming. Caleg incumben ini tetap diakomodir oleh partai berlambang beringin rimbun itu.

Pengamat komunikasi politik dari UIN Alauddin, DR. Firdaus Muhammad yang dimintai tanggapannya menilai, untuk menjaga citra partai dan kader tetap terjaga, maka Golkar harus mengambil tindakan yang tegas.

“Golkar perlu rehabilitasi nama baik kadernya, sehingga citra partai dan kadernya tetap terjaga,” kata Firdaus, Kamis (2/8/2018).

Jika Golkar tetal mengusung Melani di Pileg 2019 mendatang, keputusan itu dinilai terlalu dipaksakan. Firdaus menilai bahwa kasus Melani masih blunder. Sehingga, lanjutnya perlu ada klarifikasi untuk menjaga citra partai.



“Sebaliknya, jika ada kader positif (Narkoba) sebaiknya jangan dipaksakan. Kasus ibu melani masih blunder sehingga perlu klarifikasi demi citra partai,” tandasnya.(*)


BACA JUGA