Cerita Kadinsos Gowa Terjebak Gempa Berkuatan 7 SR di Lombok

Senin, 06 Agustus 2018 | 11:30 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Afrilian Cahaya Putri - GoSulsel.com

Gowa, Gosulsel.com – Gempa hebat berkekuatan 7,0 Skala Richter menggincang lombak, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (5/8/218) malam.

Rupanya dirasakan oleh Kadis Sosial (Kadis) Gowa, Syamsuddin. Syamsuddin berada Lombok mengikuti acara Kemensos RI di Core Hotel Senggigi, sejak Sabtu (5/8/2018).

“Saat gempa terjadi, dinding dan lantai hotel retak. Spontan seluruh isi hotel termasuk saya langsung menyelamatkan diri ke luar hotel. Subhanallah, saat kejadian saya dan rombongan ada di dalam. Tapi maha suci Allah Subhanahu Wata’ala saya bisa keluar dari hotel. Semuanya panik di sini,” kata Syamsuddin, melalui sambungan telepon di Lombok, Senin (6/8/2018).

Kejadian dialaminya, Langsung melaporkan kejadian yang dialaminya di Lombok kepada Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dan Kabag Humas Kerjasama Setkab Gowa, Abdullah Sirajuddin.



Tak sampai disitu, Syamsuddin Bidol pun mengisahkan awal perjalanannya ke Lombok. Dari Gowa, Kadis Sosial datang bersama dua stafnya yakni Yasser dan Fajar.

“Saya bersama pak Yaser dan pak Fajar tiba di Bandar Udara Lombok NTB sore tadi Minggu pukul 16.00 Wita. Saya menghadiri undangan dari Kemensos RI mengenai SLRT (Sistem Layanan Rujukan Terpadu) yang dilaksanakan di Core Hotel Senggigi NTB,” jelasnya.

Sesaat sebelum acara dimulai pukul 20.00 Wita, kata Syamsuddin Bidol, Gempa pun terjadi. Syamsuddin bersama stafnya baru hendak makan malam di lantai 1 hotel. Tempat acara juga berada di lantai pertama.

“Sebelum makan malam, saya mampir shalat Isya dulu di basement. Kemudian kami bertiga menuju lantai 1 untuk makan malam. Begitu mengambil piring eeehh tempat saya berdiri berguncang keras. Saya tidak jadi makan lalu saya tinggalkan ruang makan dan lari keluar dari hotel,” kisah Syamsuddin Bidol

Dia mengatakan, goncangan gempa yang terjadi beberapa menit dirasakannya cukup luar biasa.

“Ini pengamalan pertama saya rasakan gempa. Saat ini saya dan yang lainnya berada di lokasi evakuasi bersama masyarakat sekitar hotel jumlahnya sekitar 50p-an orang dan sekarang berada di tempat evakuasi di atas bukit yang berada di belakang hotel. Jaraknya 50p meter dari hotel. Tadi saya ke bukit bersama lainnya dengan berjalan kaki. Mohon doanya semoga kami semua diselamatkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala dari bencana gempa ini,” kata Syamsuddin Bidol.

Dia mengatakan, Hotel Core Senggigi menurut pihak managemen hotel adalah hotel yang baru, gempa hanya membuahkan dinding hotel retak. Namun sejumlah bangunan di lokasi lainnya menurut warga yang ikut mengungsi di sana sudah ada yang ambruk.(*)


BACA JUGA