Kantin Kedokteran UMI Makassar

Intip Menu Favorit Calon Dokter di Kantin Kedokteran UMI Makassar

Kamis, 06 September 2018 | 11:08 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Mutmainnah - Gosulsel.com

Makassar, GoSulsel.com — Tidak ada logika tanpa logistik. Istilah ini terasa cocok disematkan pada mahasiswa jika menyangkut masalah pemenuhan kebutuhan jasmani. Tempat yang dipilih masyarakat kampus tentulah kantin kampus.

Terkait dengan kantin, fokus utama sudah pasti terletak pada menu yang tersedia. Sementara jika berbicara tentang menu jajanan di kantin kampus, harga murah plus kuantitas banyak lebih dipilih mahasiswa dibandingkan rasa. Untuk urusan kesehatan yang justru dijadikan unsur utama dalam makanan, malah hampir tidak pernah dipertimbangkan.

pt-vale-indonesia

Namun, apakah fakta kurangnya perhatian mahasiswa terhadap unsur kesehatan dalam berbelanja makanan di kantin juga terjadi pada mahasiswa jurusan kesehatan? Gosulsel.com melakukan kunjungan langsung ke kantin kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar pada Selasa (28/8) lalu.

Kantin kedokteran UMI tersebut terdiri dari 9 lapak khusus makanan, 1 lapak khusus minuman ice blend, dan 1 lapak khusus jual snack dan minuman kemasan. Semua lapak tersebut berbagi dalam satu gedung kantin, hanya disekat dengan pembatas sebagai pembeda lahan masing-masing lapak.

Dari pantauan, terlihat bahwa lapak khusus makanan menjual jenis makanan yang berbeda di tiap lapaknya. Menunya terdiri dari lauk dan makanan tradisional ringan khas dari berbagai daerah di Indonesia.

Diketahui bahwa kantin kedokteran UMI baru didirikan 3 tahun lalu. “Ini kantin baru dibikin 3 tahun mi. Dulunya tidak ada pi,” kata Nur Alam salah satu pemilik lapak di kantin kedokteran UMI.

Ditanya tentang perbedaan menu kantin kedokteran dengan kantin di fakultas lain, Ratih mahasiswi koas kedokteran UMI menyatakan bahwa pada dasarnya tidak ada perbedaan baik dari segi harga hingga unsur gizinya. “Sama ji semua, rata-rata harganya puluhan ribu. Masalah gizinya juga sama dengan kantin lain. Pernah memang dulu anak kedokteran diminta teliti masalah kehigienisan menu di kantin, tapi kayaknya tidak ada ambil ki,” jelas Ratih.

Tentang menu favorit mahasiswa, bakso dan menu prasmanan adalah jawabannya. “Paling banyak yang dimakan mahasiswa itu bakso sama prasmanan, karena enak ki memang,” ungkap Erika mahasiswi jurusan kedokteran angkatan 2016.

Terkait menu favorit tersebut, Ratih menguak alasan lain yaitu karena dirasa lebih murah dibandingkan menu makanan lain.

“Bakso sama prasmanan. Bisa ki’ juga dapat lebih murah kalau prasmanan, karena kita ji yang pilih juga bisa mencukupi gizi,” terang Ratih.

Adapun minuman, yang jadi banyak pilihan mahasiswa adalah minuman ice blend seperti thai tea dan minuman rasa coklat.

Makan di kantin UMI bagi kebanyakan mahasiswa dianggap lumayan mahal. Tak terkecuali kantin kedokteran UMI sekali makan, bisa merogoh kocek rata-rata Rp 15.000.

Sebab, harga menu di kantin tersebut berkisar di harga Rp 10.000- Rp 20.000 untuk makanan, sementara minuman ice blend berkisar di harga Rp 12.000 dan Rp 5.000 untuk minuman kemasan.

“Bisa habis Rp 15.000 lah sekali makan, tapi ya kadang beli siomay jaki kadang-kadang karena lumayan mahal memang di kantin UMI,” kata Ratih.

“Tidak tonji ia murah, lumayan lah. Minuman sebenarnya agak lebih mahal,” sambung Erika.

Sedangkan untuk sewa per lapak di kantin tersebut, penjual dibebankan biaya sebesar Rp 750.000/bulan sudah termasuk biaya pegawai kebersihan. Kantin juga dilengkapi dengan fasilitas meja, kursi, wastafel serta colokan listrik di meja bagian pojok.

Kantin kedokteran UMI buka dari pukul 07.00 hingga 17.00 WITA.(*)

Beberapa Menu yang Tersedia


BACA JUGA