KPP Pratama Bantaeng Gelar Tax Gathering Wajib Pajak

Rabu, 26 September 2018 | 22:58 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

Makassar, GoSulsel.com — Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bantaeng menggelar Tax Gathering dan Open Talk Outlook Ekonomi Sulawesi Selatan di Hotel Fout Poinys By Seraton Makassar, Rabu (26/9/2018).

Kegiatan tersebut dihadiri seratusan peserta yang terdiri dari wajib pajak berada di wilayah kerja KPP Pratama Bantaeng yaitu, Gowa, Takalar, Jenepinto dan Bantaeng.

Dalam sambutannya, Kepala KPP Pratama Bantaeng, Agus Kuncara mengatakakan bahwa kegiatan tersebut diselenggrakan sebagai ajang silaturahmi dan apresiasi kepada para wajib pajak yang masuk di Sektor Dominan di KPP Pratama Bantaeng.

“KPP Pratama Bantaeng mengadakan kegiatan ini sebagai wadah silaturahmi dengan Wajib Pajak dan Apresiasi bagi Wajib Pajak yang termasuk dalam Sektor Dominan di KPP Pratama Bantaeng,” ungkapnya.

Agus Kuncara juga menjelaskan bahwa pajak pada dasarnya adalah adil, karena menurutnya pajak yang dibayarkan oleh wajib pajak itu adalah untuk negara dan untuk rakyat. Pajak akan kembali ke rakyat dalam bentuk pembangunan. 

“Pada dasarnya pajak itu adalah adil, pajak itu untuk negara dan untuk rakyat. Jadi¬† kita berharap pajak yang kembali ke rakyat dalam bentuk pembanguan itu tidak boleh kurang satu rupiah pun, sama halnya kalau mau bayar pajak tidak boleh kurang,” katanya.

Selain itu, ia juga berharap ada dukungan dari Stakeholder KPP Pratama Bantaeng terkait keikutsertaan KPP Pratama Bantaeng dalam Pemilihan Kantor Kategori Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

“KPP Pratama Bantaeng terpilih dari 98 unit Kantor untuk mewakili Kementerian Keuangan dalam Pemilihan Kantor Berkategori Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM),” harapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Wilayah Sulawesi Selatan Barat dan Tenggara, Eka Sila Kusna Jaya, dalam sambutannya saat membuka acara mengatakan bahwa, wajib pajak yang taat membayar pajak pada dasarnya sudah berkontribusi dan berperan dalam pembangunan bangsa.

“Dengan membayar pajak kalian sudah berperan dalam pembangunan negara dan berkontribusi untuk memeratakan kesejahteraan karena pembiayaan kesehatan, pendidikan itu kan semuanya dari pajak,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan pajak sebagai kesempatan untuk berbagi dan bersedakah ke sesama. Menurutnya tidak semua orang memiliki keberuntungan yang sama. Olehnya itu ia berharap para wajib pajak untuk taat membayar pajak.

“Dengan pajak ini adalah kesempatan untuk kita berbagi ke pada orang lain. Apa yang menjadi kewajiban bapak ibu untuk membayar pajak semoga menjadi amal ibadah bagi bapak ibu semua,” tutupnya.(*)


BACA JUGA