Antisipasi Bencana, BPBD Gowa Agendakan Sosialisasi Rutin Tiap Tahun

Selasa, 02 Oktober 2018 | 09:26 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Mutmainnah - Gosulsel.com

Gowa, GoSulsel.com — Gempa yang terjadi di Sulawesi Tengah (Sulteng), kini mulai terasa di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (1/10/2018) pukul 19:39:04 WITA.

Wilayah pesisir Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan diguncang gempa bumi tektonik. Walau tidak berpotensi tsunami, warga tetap diminta untuk waspada.

Atas dasar kewaspadaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa setiap tahunnya melakukan proses antisipasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yaitu sosialisasi kebencanaan.



“Antisipasi BPBD itu setiap tahunnya mengadakan sosialisasi terkait kebencanaan, guna memberikan pemahaman pengetahuan kepada masyarakat jika terjadi bencana. Sehingga jika terjadi bencaba apapun mereka sudah siap untk bertindak menyelematkan diri keluarga harta benda”, terang Ikhsan Kepala BPBD Gowa via WhatsApp pada Selasa (2/10/2018).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa memang telah jauh-jauh waktu merilis beberapa kecamatan yang memiliki potensi bencana dengan kategori tinggi yang tersebar baik di dataran tinggi maupun di dataran rendah.



Menurut Rahmat Kepala BPBD Gowa, untuk kecamatan daratan tinggi, tanah longsor dan pohon tumbang adalah yang sering terjadi.

“Bencana yang sering dan boleh dikatakan tiap tahun di Kabupaten Gowa utamanya ada di 9 Kecamatan dataran tinggi adalah tanah longsor, dan pohon tumbang,” jelasnya.

Sementara itu, kerentangan dengan cuaca ekstrim terjadi di kecamatan dataran rendah yang akhirnya menyebabkan banjir dan kebakaran.

“9 kecamatan dataran rendah rentan terjadi banjir khususnya di musim penghujan namun tidak bertahan lama karena merupakan banjir kiriman, namun di musim kemarau bencana atau musibah adalah Kebakaran,” tambah Ikhsan.

Seperti diketahui, pasca gempa yang terjadi di Sulteng khususnya wilayah Palu dan Donggala, kemudian disusul dengan tsunami, bencana susulan terus terjadi.

Bahkan berdasarkan pantauan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), gempa masih akan melanda wilayah Donggala tepatnya 14 km daerah tenggara pada Selasa (2/10/2018).

Sementara itu, gempa tektonik yang mengguncang wilayah pesisir Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan pada Senin (1/10/2018) sebelumnya berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki kekuatan M=3,1. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5.17 LS dan 120,45 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 37 km arah Timur Laut Sinjai, Propinsi Sulawesi Selatan pada kedalaman 38 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa bumi dangkal ini terjadi akibat aktivitas Sesar Walanae. Guncangan gempa bumi dirasakan di wilayah pesisir Kecamatan TelluLimpoe Sinjai Timur sebesar I SIG-BMKG (II MMI).

“Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi BMKG. Khususnya masyarakat di pesisir pantai dihimbau agar tidak terpancing isu, karena gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami,” jelas Joharman, Plt. Kepala BMKG Wilayah IV Makassar.

Sebagai informasi tambahan, BPBD Gowa diagendakan melaksanakan koordinasi sosialisasi program kegiatan pembentukan desa tangguh bencana 2018 di Pesona Hotel pada Rabu besok (3/10/2018).(*)


BACA JUGA