Suasana duka di rumah keluarga korban penembakan di Papua, M. Agus, di Dusun Botong, Desa Bontomanai, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa/Ryand Saputra/Gosulsel.com

Sepulang dari Malaysia, Agus Sempatkan Hadiri Pernikahan Adiknya

Jumat, 07 Desember 2018 | 20:51 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Ryan Saputra - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Muhammad Agus, warga Dusun Botong, Desa Bontomanai, Kecamatan Bungaya, dipastikan menjadi korban aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Diketahui Agus anak sulung dari empat bersaudara merupakan tulang punggung keluarga. Tak dapat dipungkiri suasana harupun nampak terlihat dari raut wajah sang ibu Hasnawati yang mendidiknya sebagai anak yang mandiri, sejak dirinya ditinggalkan oleh ayah sejak usia 9 bulan.

pt-vale-indonesia

Kepulangan Agus dari negeri Jiran semata mata untuk menyaksikan pernikahan adik keduanya yakni Siska, tak sampai dua bulan di kampung halaman Agus kembali memulai petualangan perantauan di PT. Istaka Karya.

Awal dirinya merantau di tanah Papua berkat kenalan dan keakrapanya bersama kepala desa Bontoramba. “Kepala desa Bontoramba yang menjemput Agus kemari untuk bekerja di PT. Istaka Karya, dia punya kenalan disana. Agus berangkat bersama 3 rekanya,” ujar Hasnawati.

Tiga belas bulan lamanya Agus bekerja di PT. Istaka Karya, berkat keuletan dirinya bekerja, ia diangkat sebagai Operator Stone Crusher.

“Dia janji bulan 12 akan datang, tapi dua rekannya sudah pulang duluan, tapi anak saya masih menginginkan tinggal karena dia baru saja naik jabatan, dan katanya dia nyaman kerja disini,” beber Hasnawati.

Tapi naas nasib berkata lain Agus pulang hanya membawa duka bagi keluarga, yang selalu setia menunggu kepulangan dirinya, diketahui bulan 6 nanti akan dilanhsungkan pernikahan bersama kekasihnya bernama Erna.

“Bulan 12 kita akan melamar, bulan 6 kita langsungkan pernikahan,” tambah Hasnawati.

Beberapa bulan sebelum kejadian Agus menyempatkan menyisipkan hasil keringat kepada keluarga, sebesar Rp 7.000.000.

Sementara itu tante korban, Dg Lima menuturkan, sebelumnya tidak ada firasat apapun dari keluarga terkait peristiwa yang menimpa keponakannya tersebut. “Sebelumnya kami dari keluarga tidak adaji firasat apa-apa sebelumnya,” ungkapnya.

Kendati demikian, sebelumnya Ibu korban sempat merasakan mual yang hebat saat peristiwa pembantaian tersebut terjadi. “Ini ji ibunya kodong pas kejadian itu memang sempat sakit perutnya, terus dia muntah-muntah terus,” tambah Dg Lima. 

Suasana pilu sangat terasa, tempat tidur untuk Almarhum Agus pun tampak telah disediakan di pusara rumah. Dan saat ini warga bersama keluarga telah menunggu kedatangan jenazah Muh. Agus. 

Saat ini jenazah Muh. Agus sedang dalam perjalanan dari Timika ke Makassar, dan diperkirakan akan tiba di Bandara Lanud Sultan Hasanuddin pada pukul 18.00 Wita dan tiba di rumah duka sekitar pukul 21.00 Wita.(*)