Ilustrasi gatal pada kulit akibat infeksi jamur/INT

Waspadai 4 Penyakit Kulit Ini Saat Musim Hujan

Senin, 07 Januari 2019 | 11:51 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Mutmainnah - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Memasuki akhir tahun, negara tropis seperti Indonesia seperti biasa memasuki musim hujan. Peristiwa tahunan ini cukup banyak memunculkan ancaman penyakit, termasuk penyakit kulit. Untuk itu, perlu mengantisipasi beberapa penyakit kulit yang bisa menyerang tubuh saat hujan.

Pada kasus penyakit kulit yang terjadi pada musim hujan, sebenarnya bukan karena air hujannya yang menjadi masalah, melainkan ada beberapa faktor lain. Biasanya itu terjadi karena lembap di tubuh yang bisa menyebabkan penyakit kulit.

Genangan air di jalan yang menyiprat ke tubuh juga bisa menimbulkan masalah bagi kulit. Selain itu, bagi pengguna kendaraan motor, jas hujan yang digunakan juga berpeluang menghadirkan jamur karena selama musim hujan terus diterpa air hujan dan cipratan kendaraan lain.



“Biasanya hujan itu identik dengan genangan air di jalanan, itu bisa menyebabkan gatal-gatal, banyak spora jamur,” ujar dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter.

Perhatikan juga kaus yang basah jika terkena hujan. Jika tak segera menggantinya, menurut dr. Dyan, juga berpotensi menghadirkan penyakit kulit di tubuh.



Berikut ini beberapa penyakit kulit yang sering muncul akibat hujan:

1. Jamur

Jamur sering berkembang di tempat yang lembap. Ini biasanya muncul di kaus yang basah sehabis kena hujan atau terkena cipratan saat dalam perjalanan.

“Cirinya gatal-gatal. Gatalnya biasanya karena iritasi, lembap, atau karena ada infeksi jamurnya. Ini harus diperiksa. Kalau iritasi, tidak ada obat khusus, yang penting jaga kebersihannya dan jaga juga kesehatannya dengan pemakaian losion. Kalau ada jamur yang berarti harus pakai obat jamur. Tapi itu semua harus diperiksa ke dokter,” kata dr. Dyan.

2. Iritasi Kulit

Menurut dr. Dyan, iritasi kulit bisa terjadi saat udara lembap. Kaus yang basah karena terkena hujan, misalnya, dapat mengakibatkan iritasi kulit, apalagi jika bergesekan dengan kulit secara berlebih.

3. Infeksi Bakteri

“Iritasi dan kulit yang dalam keadaan lembap berpotensi digaruk-garuk, dan itu nantinya bisa ditumpangi oleh infeksi bakteri. Lama-lama kulit terluar rusak karena digaruk, lalu nanti bisa ditumbuhi bakteri juga. Akhirnya jadi infeksi lanjutan,” jelas dr. Dyan.

4. Kulit merah-merah

Ini berbahaya bagi orang dengan kulit sensitif. Kulit nantinya akan menjadi merah-merah karena terlalu lama memakai kaus basah sehabis diguyur hujan.

“Terutama daerah lipatan, kalau basah jadinya mudah bergesekan, jadi kesat, dan mudah iritasi kulit. Iritasi ditandai dengan merah-merah, lama-lama bisa lecet, dan akhirnya merasa nyeri,” ucap dr. Dyan.

Penyakit-penyakit kulit tersebut sebenarnya bisa dihindari. Salah satu cara yang mudah adalah dengan mengganti kaus atau pakaian yang sudah terkena hujan dalam waktu yang lama.

Selain itu, bagi yang terkena hujan dan tidak cepat-cepat mandi, coba ubah kebiasaan tersebut. Resiko terkena berbagai macam penyakit kulit menjadi lebih besar. Kalau bisa, segera mandi bersih dengan sabun setelah terkena air hujan. Badan yang bersih membuat Anda terhindar dari penyakit.

Sementara itu, bagi yang bepergian dengan motor dan harus memakai jas hujan, usahakan setelah memakai jas hujan, jemur sampai kering sebelum kembali dipakai. Jas hujan yang basah sangat berpotensi menghadirkan jamur karena lembap.

Memasuki musim hujan seperti sekarang ini, tidak ada salahnya untuk membawa pakaian ganti. Pakaian yang basah tentunya tidak nyaman untuk dipakai terus-menerus. Ini penting agar penyakit kulit tidak semakin berkembang di dalam tubuh.(*)


BACA JUGA