Penyerahan SK di Ruang Rapat Rektor Unibos Lantai 9 Gedung I ini turut disaksikan oleh bagian Biro Hukum dan Perundang-Undangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Dadi Arfandi, jajaran kepala bagian LLDikti serta jajaran Wakil Rektor Unibos, Sekretaris Universitas bersama Dekan Fakultas Se-Unibos/HANDOVER

Unibos Buka Prodi Baru, Kepala LLDikti Bilang Ini yang Dibutuhkan Dunia Industri

Selasa, 15 Januari 2019 | 23:20 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Mutmainnah - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Universitas Bosowa (Unibos) kembali diberi izin membuka Program Studi baru. Prodi tersebut adalah Prodi S1 Teknik Pertambangan dan S1 Teknik Lingkungan yang berada dibawah naungan Fakultas Teknik. 

Surat Keputusan (SK) dengan Nomor 1226/KPT/I/2019 tersebut diberikan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), Prof. Jasruddin, M.Si kepada Rektor Unibos, Prof. Saleh Pallu, M.Eng., pada Selasa (15/01/2019). 

Penyerahan SK yang dilakukan di Ruang Rapat Rektor Unibos Lantai 9 Gedung I ini turut disaksikan oleh bagian Biro Hukum dan Perundang-Undangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Dadi Arfandi, jajaran kepala bagian LLDikti serta jajaran Wakil Rektor Unibos, Sekretaris Universitas bersama Dekan Fakultas Se-Unibos.

Rektor Unibos menuturkan bahwa hal tersebut merupakan salah satu upaya Unibos untuk meningkatkan nilai akreditasi dari B menuju A. 



Ia berharap ke depan seluruh sivitas akademika Unibos terus dapat bekerjasama membangun Unibos sebagai pintu gerbang pendidikan Indonesia Timur bahkan hingga wilayah barat dan juga berterima kasih atas seluruh bimbingan dari LLDikti yang tidak henti mendukung perkembangan Unibos. 

“Ke depan dengan adanya prodi baru ini kita dituntut untuk kerja keras dan profesional. Karena tidak hanya memikirkan pembukaan prodi, tetapi bertanggung jawab terhadap pengembangan dan cara mempertahankannya,” harap Prof. Saleh Pallu,M.Eng. 

Dalam arahan sebelum SK diberikan, Kepala LLDikti juga menuturkan beberapa pesan kepada seluruh jajaran pimpinan Unibos. 

“Dua prodi ini memang merupakan prodi yang banyak peminatnya dan sangat dibutuhkan dalam dunia industri. Karena seperti yang kita lihat, pertambangan di Indonesia masih belum mampu mensejahterahkan rakyat sebab beberapa tenaga SDM nya belum cukup berkualitas apa lagi masih memakai sumber daya asing. Selain itu terkait lingkungan, saat ini Indonesia memang membutuhkan ahli teknik lingkungan untuk membantu memperbaiki,” terang Prof. Jasruddin, M.Si.

Lanjut ia berharap, ke depan perguruan tinggi swasta memang tidak hanya membutuhkan kuantitas, tetapi harus lebih prioritas dengan kualitas seperti yang dilakukan Unibos.

“Sebab jangan sampai kita menerima banyak tapi kita belum cukup mampu untuk mempertanggungjawabkan salah satunya dengan kurangnya output yang tidak setara dengan input. Tidak apa-apa mahasiswa belum berjumlah besar tetapi semuanya dapat terserap dengan baik di dunia kerja”, tambah Kepala LLDikti Wilayah IX Sulawesi.(*)


BACA JUGA