Truk sampah Rantasa' antri di TPA Antang.

1000 Unit Bank Sampah di Makassar Tidak Dimaksimalkan

Sabtu, 19 Januari 2019 | 09:05 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Dila Bahar - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Sebanyak 1000 unit Bank Sampah yang tersebar di seluruh kecamatan dan kelurahan di Kota Makassar dinilai tidak maksimal. Hal ini lantaran kurangnya sosialisasi dan kesadaran masyarakat terkait fungsi bank sampah.

“Kita punya bank sampah, ada yang namanya bank sampah pusat, ada yang namanya bank sampah unit. Masyarakatlah yang membawa sampahnya ke bank sampah unit,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Rusmayani Madjid, Jum’at (18/1/2019) kemarin.

Sebagian masyarakat, kata dia, membuang sampah-sampah bekas pakai seperti kantong plastik, kertas dan sisa-sisa makanan tidak melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Melainkan langsung di bawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.

“Sekarang kan ada bank sampah, seharusnya itu dulu yang dimaksimalkan. Karena di bank sampah itu, sampah-sampah itu bisa didaur ulang,” ujar Maya, sapaan akrabnya.



Padahal, pihaknya mengharapkan adanya pengurangan sampah 30 persen di Kota Makassar dengan cara melakukan pemilahan sampah. Apalagi dengan adanya bantuan teknologi untuk daur ulang, maka pemusnahan sampah semakin mudah.

“Apalagi dengan adanya rumah kompos, maka sisa-sisa organik bisa dimanfaatkan untuk keperluan lainnya,” terangnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, masyarakat sebaiknya membuang sisa-sisa makanan ke Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R). Di sana, kata dia, sisa-sisa makanan dapat diolah menjadi kompos.

“Nanti sisa sisa kompos di abu itulah yang dibawa ke TPA Antang. Jadi TPA kita tidak menjadi timbunan sampah seperti yang ada sekarang,” tandasnya.(*)


BACA JUGA