Tim Lazismu Gowa membagikan logistik kepada korban bencana di kabupaten Gowa, Kamis (24/1)

Peduli Korban Banjir, Lazismu Gowa Dirikan Posko Tanggap Bencana

Kamis, 24 Januari 2019 | 19:57 Wita - Editor: Irwan AR - Reporter: Dila Bahar - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM–Untuk pertama kalinya, Kabupaten Gowa dilanda musibah banjir yang cukup besar. Ribuan korban terpaksa harus mengungsi ke tempat yang aman untuk menghindari adanya banjir susulan.

Melihat kondisi tersebut, Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Gowa langsung menyiapkan posko tanggap bencana yang terletak di Puskesmas Pallangga untuk menampung donasi atau bantuan dari masyarakat.

Mulai hari partama terjadinya banjir, hingga hari ini mereka memberikan bantuan berupa logistik makanan, sembako, mie instan, popok bayi dan lainnya.

“Donasi yang tersalurkan hingga hari ini itu kurang lebih Rp10 juta. Jadi donasi yang disiapkan Lazismu adalah donasi yang masuk mulai dari hari pertama terjadinya bencana banjir di kabupaten Gowa. Kemudian selanjutnya sudah tersimpan di kantor berupa logistik, makanan, beras, mie instan, makanan lainnya,” jelas Koordinator Tim Donasi LazisMu, Darnawati Radjab. Kamis (24/1/2019)



Darna, sapaan akrabnya, mengaku bahwa donasi yang paling banyak dibutuhkan hingga hari ini adalah makanan siap saji. Selain makanan, pakaian anak-anak dan popok bayi juga banyak dicari oleh para Ibu-ibu yang masih memiliki anak balita.

“Paling banyak dibutuhkan mulai dari kemarin sore sampai hari ini adalah makanan yang siap saji. Jadi syukur syukur di lazismu sudah ada stok sisa donasi dari gempa palu kemarin, kita langsung drop ke sini lalu kita salurkan. Itu berupa biskuit, minuman, makanan makanan ringan lainnya lalu ditambah dengan beberapa donasi makanan jadi yang diberikan oleh masyarakat sekitar Pallangga,” tambahnya.

Keberadaan posko Lazismu di salah satu titik pengungsian korban banjir diakui sangat memudahkan para korban untuk mengambil bahan kebutuhan mereka. Tak hanya di satu titik saja, Lazismu juga mendonasikan hingga ke 13 titik pengungsian yang ada di Gowa.

“Semua korban yang telah dievakuasi dari banjir itu di drop ke sini. Kemudian di sini semalam itu banyak sekali hampir 300 orang berkerumun, itu yang dievakuasi kemarin itulah yang mengambil logistik di posko ini,” terangnya.

Awalnya, kata Darna, pihaknya ingin membangun posko di lokasi bencana hanya saja jalur evakuasi yang ada tidak memungkinkan. “Kita berfikir bagus kalau lokasinya diambil disekitar lingkungan puskesmas. Karena evakuasi di sana juga langsung di bawa kesini sebagai langkah awal untuk tindakan medisnya. Jadi mereka datang di cek kesehatannya, setelah itu mereka mengambil kebutuhan kebutuhan logistik di posko ini,” tuturnya. (*)


BACA JUGA