Petugas Damkar Gowa, Ahmad Dahlan (depan) saat mengevakuasi jenazah korban longsor di Kecamatan Manuju, Gowa

“Sambil Mengangkat Mayat, Saya Gemeteran,” Kesaksian Petugas Damkar Menemukan Korban Longsor di Manuju Gowa

Sabtu, 26 Januari 2019 | 13:30 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – “Sampai di lokasi dan mengetahui ada 22 orang korban hilang membuat kami langsung tertunduk sejenak. Terpukul sedih, bagaimana mungkin jika 22 orang itu ada di material longsor yang ada di depan kami.”

Seperti itu sepenggal kalimat salah satu tim pencari korban longsor di Dusun Pattiro, Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju, Gowa.

Adalah Kapten Tim Damkar Gowa, Ahmad Dahlan yang bercerita saat diajak berbincang Gosulsel.com. Dandi, sapaan akrabnya yang tergabung dalam tim gabungan pencarian korban longsor di Manuju terus melakukan pencarian dan evakuasi korban hingga saat ini.

Setelah mendapat tugas dari atasan, dia langsung mempersiapkan perlengkapan safety kemudian bergegas ke Lokasi. Setelah mendengar arahan, dia langsung memulai melakukan pencarian di timbunan material longsor.



“Ini tugas kemanusiaan, karena memang memungkinkan, tugas yang lain kita tanggalkan demi saudara-saudara kita yang tertimpa bencana,” kata Dandi, Sabtu (26/1/2019).

Dibalut kesedihan, Dandi dan tim lainnya memaksimalkan seluruh tenaga untuk terus melakukan pencarian. Tentu memprioritaskan korban yang masih hidup. Saat tim menemukan korban pertama keadaan tidak bernyawa di bawah timbunan material longsor, Dandi tak kuasa pedih hingga matanya berkaca-kaca.

Petugas Damkar Gowa, Ahmad Dahlan

“Sambil mengangkat mayat, saya gemetaran. Kemudian melihat teman-teman yang lain sejenak tertunduk diam. Kita mengangkat itu mayat seperti dalam keadaan tak bertenaga, bagaimana yah, shock begitu,” kata Dandi.

Longsor di Manuju terjadi pada Rabu, 23 Januari lalu, saat Kabupaten Gowa diguyur hujan yang lebat. Pada hari itupula, Dandi sudah berada di Manuju dan terus melakukan pencarian bersama tim gabungan yang lain.

Dandi mengaku, banyak belajar dari kondisi itu. Dia mengatakan, kuasa Allah, jika memang berkehendak maka terjadilah.

“Allah Ta’alah kuasa. Jika Allah Subhana Wataala yang bekehendak, maka tidak ada yang mampu mengindari. Mati, adalah peristiwa yang tidak bisa kita hindari,” kata dia.

Dandi menyaksikan tangisan keluarga para korban. Histeris bahkan ada yang menangis sambil berteriak sejadi-jadinya. Dia juga turut melihat korban-korban selamat dari bencana longsor berjalan sejauh 7 KM untuk mendapatkan bantuan karena akses jalan terputus.

“Inilah sebenarnya yang membuat kami terus bersemangat meskipun juga dibalut kesedihan. Melihat saudara-saudara kita dengan raut wajah gelisah dan tak karuan, kalau bukan kita yang saling membantu, siapa lagi,” ujar Dandi.

Di hari pertama pencarian, tim gabungan menemukan 8 orang tertimbun material, hari kedua 5 orang dan hingga hari ketiga sore 3 orang. Pencarian terus berlanjut.

“Mari kota doakan para Almarhum agar seluruh amal ibadahnya diterima di sisi Allah, dan dibukakan pintu Surga untuknya. Tak lupa kita doakan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan,” tandasnya.(*)


BACA JUGA