Sejumlah personil TNI Yonzipur membangun jembatan darurat sementara di Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju, Jumat (25/01/2019).

Kadis PU Gowa: Jembatan Balley di Pattallikang Manuju Sudah Bisa Dilalui Warga

Minggu, 27 Januari 2019 | 16:07 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM – Pembangunan jembatan Balley di Dusun Pattiro, Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju telah memasuki tahap 80 persen penyelesaian. Jembatan rangka baja ringan itu dibuat untuk menyambung jembatan permanen yang rusak berat setelah diterjang longsor dan banjir, Selasa (22/1/2019) lalu.

Sehari-hari, jembatan tersebut merupakan penghubung utama antara dua desa di Kecamatan Manuju. Juga merupakan jembatan penghubung beberapa kecamatan di wilayah dataran tinggi Kabupaten Gowa, seperti Bungaya dan Bontolempangan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gowa, Moh Mundoap mengatakan bahwa saat ini jembatan tersebut sudah bisa dilalui, sehingga memudahkan suplai logistik ke dua titik longsor yang berada sekira 5 kilometer setelah jembatan Desa Pattallikang.

“Sekarang ini kami dari kabupaten atas perintah pimpinan melalui bapak bupati akses ini harus dibuka. Jadi melalui koordinasi bapak bupati dengan Muspida setempat maka diminta bantuan makanya sekarang sudah ada jembatan sementaranya yaitu jembatan belley,” kata Mundoap, Sabtu (26/1/2019) kemarin.



Ia juga menyebutkan bahwa jembatan yang dikerjakan oleh TNI bersama Kepolisian tersebut saat ini sudah di atas 80 persen penyelesaian. Dan nantinya jembatan tersebut bisa dilewati kendaraan.

“Sudah di atas 80 persen selesai. Saya kira 1 atau 2 hari ini sudah selesai atau bahkan hari ini sudah selesai pemasangan papannya. Semoga nanti kendaraan dari luar Pattiro sudah bisa menjangkau lokasi bencana,” tambahnya.

Pengerjaan jembatan balley dengan panjang bentang kurang lebih 21 meter dengan enam panel tersebut, dipimpin langsung Danyon Zipur-8/SMG Mayor CZI Catur Witanto dengan mengerahkan personelnya yang ahli dalam konstruksi jembatan.

Sementara itu, saat meninjau pekerjaan jembatan, Jumat (25/1/2019) sore, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi menjelaskan, standar pekerjaan jembatan ini selama enam hari, namun diupayakan dapat digunakan khusus untuk motor dan pejalan kaki, agar warga dapat beraktifitas seperti biasanya.

“Semoga keberadaan jembatan balley ini dapat memulihkan aktivitas masyarakat di Pattallikang dan sekitarnya,” kata Pangdam Surawahadi.(*)


BACA JUGA