#

Prabowo-Sandi Siapkan Dua ‘Strategi Perang’ di Sulsel

Selasa, 29 Januari 2019 | 23:18 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Badan Pemenangan Nasional (BPN) Direktoral Penggalangan pasangan calon presiden 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno, Agus Arifin Nu’mang menyiapkan dua strategi khusus untuk menyasar pemilih di Sulawesi Selatan. Dua strategi itu adalah perang kota dan perang griliya.

Hal ini disampaikan oleh eks Wakil Gubernur Sulsel dua periode itu di hadapan Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi, Purnawirawan Jendral Djoko Santoso pada pelantikan relawan dan tim Prabowo – Sandi se-Sulsel di Gedung Graha Pena, Makassar, Selasa (29/1/2019).

“Kami sementara menyiapkan sistem penggalangan yang berikutnya, yaitu perang kota dan perang griliya. Jadi ini juga kita siapkan. Perang kota ini terutama yang ada di kota-kota Makassar. Kita tidak mau lagi kecolongan, ketua-ketua RT, RW dan Lurah ini tugasnya emak-emak. Datangi rumahnya secara pribadi, kita serang, kita perang kota,” tegas Agus AN.

Begitu juga perang griliya, lanjut Agus. Mulai sekarang, kata dia, kubu Prabowo – Sandi harus waspada. “Bantuan-bantuan yang turun ke desa-desa. Oleh karena itu kita beri kesadaran kepada masyarakat bahwa bantuan itu adalah bantuan pemerintah, bukan bantuan dari calon presiden,” ucap caleg DPR RI dari Partai Gerindra ini.



Dia menegaskan, informasi ini harus disampaikan kepada masyarakat. Dia juga mengaku yakin masyarakat Sulsel sudah cerdas menentukan pilihannya.

“Di mana-mana saya katakan, tokoh kita adalah Pak Jusuf Kalla, sekarang ini Wakil Presiden, pernah menjadi Wakil Presiden. Coba bayangkan kinerja pemerintahan dulu, SBY-JK dan sekarang ini mana kinerjanya yang baik, mana kalau kita bandingkan? Semua mengatakan dulu yang baik,” ucap Agus.

“Ke depan coba kita bayangkan, kalau bukan lagi Pak JK, kinerja pemerintahan seperti apa? Ini masyarakat tahu pak. Jadi mereka sadar bahwa apa yang dia rasakan saat sekarang ini, tidak seperti dengan apa yang ada televisi,” tegasnya.(*)


BACA JUGA