Petugas Dinas Sosial Maros, menggelandang seorang pengemis, Kamis (7/2/2019)
#

Pengemis Menyamar Nenek di Maros Ini, Raup Rp7 Juta Perbulan

Kamis, 07 Februari 2019 | 15:55 Wita - Editor: Irwan AR - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

MAROS,GOSULSEL.COM – Pengemis yang digelandang Dinas Sosial Maros, punya trik yang cerdik dalam menjalankan profesinya sebagai pengemis di Maros. Adalah Dewi, warga Makassar yang sudah setahunan menjalankan profesinya tersebut menyamar sebagai nenek yang pincang dan bungkuk.

Dewi yang berasal dari kota Makassar ini mengaku terpaksa menajlankan profesi sebagai pengemis untuk menutupi kebutuhan sehari-hari dan membayar kontrakan rumahnya. Tapi siapa sangka penghasilannya perbulan mencapai tujuh juta.

Saat diperiksa, ditemukan uang Rp 200 ribu dan satu telepon genggam dari tangan Dewi. Dewi mengaku sudah lama beroperasi di wilayah Maros, khususnya di warung kopi, rumah makan dan mini market. Dalam sehari, ia bisa mendapatkan uang sebesar Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu.

“Kalau dari penuturannya, dia ini sudah lama beraksi di Maros, ada setahunan lah. Petugas kami memang sudah lama memantaunya. Tapi dia selalu kabur saat kami datang. Penghasilannya sebulan itu bisa 7 juta,” kata Kadis Sosial Maros, Kamaluddin Nur, Kamis (7/2/2019).

Dewi mengaku terpaksa mengemis karena sudah tidak lagi memiliki suami dan harus menghidupi 5 orang anaknya. Ia harus membayar kontrakan sebesar Rp 800 ribu setiap bulannya.

Namun, selama ini Dewi tidak pernah memberitahu anaknya jika ia pergi untuk mengemis. “Ada anaknya tinggal di sini, jadi kalau dari Makassar ia pamit mau jaga cucu. Kalau pukul 11.00 WIB, dia pamit lagi balik ke Makassar, tapi ternyata pergi mengemis. Anaknya tidak ada yang tahu kerjanya begitu,” sebut Kamal.

Usai menjalani pemeriksaan, Dewi dibuatkan surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya di depan salah satu anaknya yang sudah bersuami dan juga telah bekerja. (*)


BACA JUGA