Bupati Bulukumba, Andi Sukri Sappewali bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bulukumba saat menghadiri rakornas dalam Rangka Pemantapan Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019, di Hotel Claro Makassar, Selasa (12/2/2019)
#

Bupati-Forkopimda Bulukumba Wakafkan Diri Wujudkan Pemilu Damai dan Berintegritas

Selasa, 12 Februari 2019 | 22:15 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Kontributor: Asmaun - Gosulsel.com

BULUKUMBA, GOSULSEL.COM — Bupati Bulukumba, Andi Sukri Sappewali bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bulukumba menyatakan telah mewakafkan diri untuk secara bersama menjaga keamanan dan ketertiban di daerah Butta Panrita Lopi. 

Pernyataan tersebut diungkapkan bupati dalam rangka menyukseskan pemilu dan pilpres yang tersisa sekitar dua bulan lagi akan diselenggarakan atau tepatnya 17 April 2019 mendatang.

“Menghadapi perhelatan pesta demokrasi ini, kami telah berkomitmen untuk mewakafkan diri demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya di Bulukumba,” tegas Bupati saat menghadiri rakornas dalam rangka Pemantapan Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019, di Hotel Claro Makassar, Selasa (12/2/2019).

Dia menyatakan, pihaknya tidak akan segan dalam mengambil tindakan jika ditemukan ada indikasi yang dapat merongrong kewibawaan negara. Sehingga masyarakat diminta dapat membantu dan mendukung pemerintah menciptakan ketenteraman dan kedamaian terutama menjelang pemilu. 

“Saya ini mantan prajurit, NKRI itu harga mati bagi saya, jadi jika ada yang ingin mencoba mengganggu stabilitas daerah yang saya cintai, maka akan ditindak tegas dan diproses secara hukum. Ini sudah menjadi komitmen kami semua untuk ketenteraman daerah,” jelasnya. 

Dikatakan, sebagai pemangku kebijakan di daerah, pihaknya segera mengambil langkah strategis untuk mewujudkan pemilu damai dan berintegritas. Bupati menyadari penyelenggaraan pemilu tahun 2019 ini menghadapi banyak tantangan sehingga membutuhkan perhatian serius bagi semua pihak. 

Dengan begitu, imbuh dia, dibutuhkan sinergitas antara pemerintah daerah dengan aparat keamanan. Ini menjadi faktor penentu dalam menciptakan pemilu yang demokratis, termasuk penyelenggara dan peserta pemilu dapat bersinergi demi terwujudnya pemilu yang berintegritas.(*)


BACA JUGA