TNI AD Kodim 1422 Kabupaten Maros melaksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Bonto Matinggi dan Desa Bonto Manai Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros, (26/2 - 27/3)
#

Kodim Maros Gelar TMMD di Dua Desa di Tompobulu

Selasa, 26 Februari 2019 | 21:53 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

MAROS, GOSULSEL.COM — Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) Komando Distrik Militer (Kodim) 1422 Kabupaten Maros kembali melaksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Kali ini TMMD ke-104 tahun 2019 dilaksanakan di Desa Bonto Matinggi dan Desa Bonto Manai Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros.

Pelaksanaan program TMMD ini resmi dibuka Bupati Maros, H.M Hatta Rahman yang ditandai dengan penyerahan naskah kerjasama program TMMD kepada Komandan Kodim 1422 Maros, Letkol Inf Farid Yudho Dwi Leksono selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD di Maros, serta penyematan tanda peserta dan penyerahan alat kerja kepada perwakilan peserta. 

Letkol Inf Farid Yudho Dwi Leksono menyampaikan, TMMD sebagai salah satu program terpadu lintas sektoral yang melibatkan berbagai unsur dan elemen masyarakat.

“TMMD bertujuan untuk membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dalam menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh dengan sasaran melaksanakan pembangunan secara fisik dan non fisik. Kegiatan ini, akan berlangsung selama satu bulan, sejak 26 Februari sampai 27 Maret,” ujarnya.

Ditambahkannya, sasaran kegiatan meliputi perintisan jalan sepanjang 3.550 meter dan pembuatan duicker sebanyak 7 buah di Dusun Damma Desa Bonto Matinggi dan Dusun Pattiro Baji Desa Bonto Manai. 

Pengerasan jalan sepanjang 550 meter di Dusun Damma Desa Bonto Matinggi. Pembangunan MCK sebanyak 4 unit di Desa Bonto Manai dan 3 unit di Desa Bonto Matinggi.

“Sedangkan sasaran non fisik, yakni penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan pembinaan mental dan kerukunan antara umat beragama, penyuluhan bahaya terorisme dan komplik sosial, penyuluhan bela negara, penyuluhan keluarga berencana (KB) dan kesehatan, serta penyuluhan bahaya narkoba,” jelasnya.(*)


BACA JUGA