unjuk rasa penolakan film Dilan 1991 di XXI Mall Panakkukang Makassar, Kamis (28/2/2019)/IST

Tarif Toilet hingga Penolakan Film Dilan 1991, Ini Catatan Seringnya Unjuk Rasa Mahasiswa di Mall Panakkukang

Jumat, 01 Maret 2019 | 13:40 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Dila Bahar - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Aksi unjuk rasa sebagian mahasiswa di Kota Makassar, memang selalu menarik perhatian masyarakat Indonesia. Selain kerap rusuh, berbagai unjuk rasa juga beberapa kali mennyuarakan isu populis yang tengah jadi perbincangan luas.

Uniknya, Mall Panakkukang seringkali jadi sasaran unjuk rasa berbagai kelompok mahasiswa yang mengklaim mewakili aspirasi masyarakat umum.

Terbaru, dan berhasil menyedot mata, terjadi pada Kamis (28/2/2019) malam kemarin. Sekelompok mahasiswa merangsek hingga ke dalam Mall Panakkukang, bahkan hingga ke depan pintu masuk XXI Mall Panakkukang.

Mereka menyuarakan penolakan pemutaran Film Dilan 1991 di Kota Makassar. Dengan pengeras suara, para pengunjuk rasa meneriakkan tuntutan.

Aksi saling dorong pun tak terhindarkan antara pengunjuk rasa dengan pihak keamanan Mall Panakkukang.

Unjuk Rasa Hari Buruh Tahun 2010

Peringatan Hari Buruh, Sabtu (1/5/2010) tempo hari, mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di bawah jembatan penhubung antara Mall Panakkukang dengan Carefour.

Mereka menilai, mall adalah representasi dari praktik neoliberalisme yang menindas kaum buruh.

Pengunjuk rasa mengatasnamakan diri Gerbang Revolusi Makassar. Kala itu, usai meneriakkan aspirasi dari masing-masing perwakilan lembaga eksternal kampus, mereka mendesak masuk berorasi di dalam mall.

Namun, pihak keamanan yang siaga di depan pintu mall, berhasil menghalau kehendak mahasiswa. Aksi saling dorong pun tak terhindarkan.

Halaman:

BACA JUGA