Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan

Pemkab Gowa Berikan Jaminan BPJS Ketenagakerjaan kepada 976 Kader IMP KB

Minggu, 31 Maret 2019 | 22:16 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa memberikan jaminan keselamatan kerja kepada 976 kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) Keluarga Berencana (KB) di 18 kecamatan.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan bahwa pemberian jaminan keselamatan tersebut karena dianggap pekerjaan kader IMP dinilai memiliki resiko kerja yang dapat muncul dalam melaksanakan pekerjaannya.

Pemberian tersebut merupakan kerjasama pemerintah melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Gowa bersama Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan ini dalam rangka meningkatkan kinerja para IMP.

“Dengan dilindungi BPJS Ketenagakerjaan, maka kader IMP akan dapat bekerja dengan tenang. Sebab semua resiko yang muncul dalam melaksanakan pekerjaannya akan dilindungi. Semua resiko kerja disiapkan ganti ruginya oleh BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Adnan saat membuka Temu Kader IMP KB PPKB Gowa di Gedung D’Bollo, Minggu (31/3/2019).



Tak hanya itu, menurut Bupati Adnan, pemberian jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi IMP sebagai bentuk penghargaan terhadap semua karya nyata yang dilakukan oleh para kader KB di lapangan selama ini. Olehnya itu ia berharap kinerja baik yang telah dilakukan selama ini dapat terus ditingkatkan ke depan.

Adnan juga menegaskan bahwa kader IMP tidak terlepas dari implementasi Pembangunan Kampung KB yang telah digagas Presiden RI Joko Widodo sejak 2016 lalu. Hingga saat ini di Gowa telah dibangun 27 kampung KB di setiap kecamatan, keberadaan Kampung KB ini telah memberikan nuansa baru dalam pembangunan masyarakat di tingkat desa.

Keberadaan Kampung KB pun dinilai memberikan kemajuan terhadap wawasan dan pengetahuan masyarakat. Utamanya dalam bidang kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK), sehingga dapat lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Disinilah pentingnya peran kader IMP, para kader PPKBD, dan Sub PPKBD terhadap pembangunan yang ada di desa. Mereka ikut terlibat terhadap proses perencanaan, pembangunan yang ada di tingkat desa,” tegas Bupati Adnan.

Sementara, bagi para kader yang desanya belum menjadi Kampung KB dapat ikut memberikan kontribusi pemikirannya bagus aparat desa. Termasuk untuk dapat membentuk Kampung KB mandiri di desanya.

“Seluruh kader IMP diharapkan dapat mengajak seluruh masyarakat yang ada di desa untuk ikut terlibat dalam pembangunan sehingga dana yang dikucurkan bagi desa dapat benar-benar bermanfaat bagi seluruh masyarakat yang ada. Terutama bagi desa yang mempunyai Kampung KB,” katanya.

Lanjut Bupati Adnan, termasuk mendorong kader IMP agar lebih giat menyosialisasikan pentingnya upaya pendewasaan usia perkawinan dengan melihat kondisi di Gowa saat ini pernikahan usia anak masih cukup besar yaitu 1.655 kasus. Pernikahan usia anak merupakan suatu tindakan pelanggaran hukum yang dapat dituntut oleh Undang-Undang.

“Seorang anak harusnya mendapatkan haknya untuk bermain dan belajar, dan mencapai cita-cita. Makanya menjadi pekerjaan rumah bagi kader IMP untuk memberikan kesadaran betapa pentingnya pendidikan tinggi bagi anak-anak kita, dan betapa bahayanya secara kesehatan dan psikologis jika anak-anak dinikahkan di usia dini,” tutupnya.(*)


BACA JUGA