Belasan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Maros, menggelar aksi damai di persimpangan patung kuda Maros, jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, Maros, Jumat malam (24/5/2019)
#

HMI Maros Gelar Aksi Unjuk Rasa Desak Rekonsiliasi

Sabtu, 25 Mei 2019 | 15:24 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

MAROS, GOSULSEL.COM — Belasan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Maros, menggelar aksi damai di persimpangan patung kuda Maros, jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, Maros.

Aksi tersebut digelar atas kerusuhan yang terjadi pada 22 Mei 2019, lalu. Di mana, aksi menuntut hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) tersebut berujung ricuh dan mengakibatkan ratusan demonstran luka-luka dan 7 diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

Ketua Umum HMI Cabang Maros Misbahuddin Nur, menyampaikan bahwa dirinya menyayangkan aksi aksi damai yang berujung ricuh didepan kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI tersebut.

“Semestinya aksi damai berujung ricuh tersebut tidak perlu terjadi. Terlebih lagi saat ini sudah pertengahan bulan Ramadhan. Artinya, tidak lama lagi kita berlebaran,” ujarnya, Jumat malam, (24/5/2019).

Akibat dari kericuhan tersebut stabilitas dan keamanan jadi terganggu. Olehnya, ia mendesak agar secepatnya persoalan hasil Pilpres yang mendapatkan protes ini segera diselesaikan lewat rekonsiliasi kedua kubu capres-cawapres.

“Kubu Jokowi dan Prabowo untuk sesegera mungkin melakukan konsolidasi guna rekonsiliasi Nasional dan melakukan konferensi pers bersama demi keamanan dan keutuhan NKRI,” ucap misbah.

Lanjut Misbah, bahwa dirinya juga mengajak seluruh lapisan masyarakat agar turut berbelasungkawa dan mendoakan para petugas pemilu yang meninggal dunia.

“Mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk turut berbelasungkawa dan berdoa atas meninggalnya penyelenggara pemilu serentak 2019 serta jatuhnya korban peserta aksi di Jakarta,” tutupnya.(*)


BACA JUGA