Ketua DPP KKMB Andi Muallim

Andi Sudirman Sulaiman Bakal Gelar Silaturahmi Bersama Wija to Bone

Kamis, 13 Juni 2019 | 14:53 Wita - Editor: Irwan AR - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

MAKASSAR, GOSULSEL.COM– Masih dalam suasana lebaran, warga keturunan Bone yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) akan menggelar halal bi halal di Rujab Wakil Gubernur, Jl Yusuf Dg Ngawing, Jumat malam (14/6/2019).

Ketua DPP KKMB Andi Muallim mengatakan kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi Wija to Bone yang ada di Sulsel. Terutama setelah Pilkada, Pileg dan Pilpres yang membuat adanya perpecahan karena pilihan politik.

“Setiap habis lebaran kita lakukan ini sebagai ajang silaturahmi dan mempererat kekeluargaan. Kita akan bersama-sama dengan Pak Wakil Gubernur yang merupakan wija to Bone untuk saling mengakrabkan tanpa harus ditafsirkan ini kegiatan identitas kelompok,” katanya saat ditemui di kediaman pribadinya, Jl Beringin, Sungguminasa, Kamis (13/6/2019).

Mantan Sekda Sulsel ini menjelaskan sebagai salah satu kelebihan warga keturunan Bone dalam merantau adalah sikap memuliakan yang dimiliki. Sehingga mereka pun dengan mudah dimuliakan oleh orang lain.

“Orang Bone itu puji kalem, pintar memuliakan orang sehingga selalu dimuliakan juga. Ini sudah warisan budaya dari Arung Palakka,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini juga, Muallim berharap keturunan Bone yang telah berhasil bisa memberikan kontribusi pada pembangunan Kabupaten Bone. Sebab selain pejabat penting di pemerintahan, banyak orang Bone yang berhasil di bidang pendidikan dan ekonomi.

“Misalnya profesor yang banyak dari Bone harus dimaksimalkan dan digerakkan untuk bisa mengembangkan Bone, termasuk pejabat dan pengusaha,” ucapnya.

Selain halal bihalal, KKMB juga berencana menggelar musyawarah untuk pemilihan pengurus baru. Sebab kepengurusan saat ini sudah melewati periodenya.

“Termasuk rencana pelantikan KKMB kabupaten-kota yang tertunda sejak tahun lalu. Sudah ada dua yang saya lantik, Luwu Timur dan Luwu Utara. Tapi ada gelagat organisasi paguyuban ini dimanfaatkan untuk kepentingan politik dalam rangka pilkada makanya ditunda,” pungkasnya. (*)


BACA JUGA