Dinas PPPA Gowa Beri Perhatian Khusus Tindakan Kekerasan Antar Pelajar Di Bonsel

Rabu, 03 Juli 2019 | 12:20 Wita - Editor: Muhammad Fardi - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA ) Kabupaten Gowa akan menyambangi kediaman korban dan pelaku kekerasan antar pelajar di Bontonompo Selatan (Bonsel).

Kepala Dinas PPPA Kabupaten Gowa, Kawaidah Alham mengatakan bahwa walaupun bukan dalam ranah kewenangannya lantaran korban dan pelaku merupakan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA), namun pihaknya akan melakukan penjangkauan di rumah korban dan pelaku.

“Di bonsel kami belum tahu sebenarnya apa duduk persoalannya ini anak-anak. Tadi kami kami mau melakukan penjangkauan ke sana tapi bukan di sekolah tapi kami akan melakukan penjangkauan ke rumahnya home visit kenapa, bisa terjadi ini. Inikan sudah SMA ya. Kita tidak bisa memasuki arena Sekolah karena itu sudah wewenang dari provinsi,” ujarnya.

“Mereka ini bukan lagi kategori anak karena sudah di atas 18 tahun dia masuk di kategori perempuannya tetap kita sebagai Dinas Pembedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak itu tetap harus melakukan penjangkauan tetap harus melakukan home visit terhadap masyarakat yang rentan terhadap kekerasan dan dia menajdi korban kekerasan ini harus dibenahi,” sambungnya.



Lanjutnya, untuk meminimalisir terjadinya kekerasan dikalangan pelajar di Kabupaten Gowa, Kawaidah Alham menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan mengadakan workshop bullying di sekolah-sekolah SD dan SMP.

“Kami sudah dua tahun ini selalu memberikan materi workshop bullying terhadap anak SMP dan SD. Jadi Alhamdulillah empat tiga tahun terakhir ini semenjak ada kami Dinas Pembedayaan itu sekolah-sekolah yang dulunya viral dengan Bullying seperti SMP 3. Tapi semenjak kita masuk workshop bullying di sana kita jadikan sebagai percontohan sekolah anti bullying dan Alhamdulillah itu sudah berubah,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan kekerasan yang terjadi merupakan salah satu dampak dari media sosial. “Kalau saya lihat saya baca mungkin itulah salah satu kejelekan dari dunia maya itu. Utamanya Facebook yang terlalu fulgar memberikan komen-komen yang sebenarnya sudah tidak bisa lagi kita torelir,” tandasnya.

Diketahui kekerasan antar pelajar yang melibatkan siswi SMA di Kecamatan Bontonompo Selatan beberapa waktu lalu dikarenakan komentar di salah satu grup media sosial. Dimana pelaku merasa sakit hati dan tidak terima  perkataan korban.


BACA JUGA