FOTO: Pemerintah Kabupaten Gowa mendatangkan ustadz yang sekaligus penceramah nasional, Ustadz Ahmad Alhabsy sebagai khatib Idul Adha di Masjid Agung Syekh Yusuf Kabupaten Gowa/Minggu, 11 Agustus 2019/Junaedi/GOSULSEL.COM

Di Masjid Agung Syekh Yusuf Gowa, Ust Ahmad Alhabs Bahas Teladan Kisah Nabi Ibrahim as

Minggu, 11 Agustus 2019 | 10:27 Wita - Editor: Muhammad Fardi - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Gowa mendatangkan ustadz yang sekaligus penceramah nasional, Ustadz Ahmad Alhabsy sebagai khatib Idul Adha di Masjid Agung Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, Minggu (11/8/2019).

Dalam khutbahnya, di hadapan masyarakat Kabupaten Gowa, penceramah kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, 17 Mei 1980 ini menyebutkan sejumlah teladan yang bisa menjadi contoh dari kisah Nabi Ibrahim as.

muhammad-ismak

Ia menyebutkan sosok Nabi Ibrahim as yang bisa diteladani adalah kesabaran dan ketabahan mendapatkan ujian dari Allah SWT. Nabi Ibrahim as diuji bertahun-tahun baru mendapatkan keturunan atau anak.

Lanjutnya, Nabi Ibrahim as mengajarkan untuk bagaimana mendidik anak menjadi anak saleh. Ibrahin juga mengajarkan kepada kita untuk mendidikan anak- anak kita menjadi anak soleh,” ujarny.



Ustadz Ahmad Alhabsy menjelaskan mendidik anak menjadi anak yang saleh merupakan bekal bagi orang. Ia menyebutkan bahwa ketika orang tua meninggal dunia ada tiga yang tidak terputus salah satunya doa anak yang saleh.

Teladan berikutnya adalah Nabi Ibrahim as mengajarkan cinta yaitu cinta kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim as mengajarkan bagaimana mencintai Allah SWT melebihi cinta kepada siapapun.

“Mengapa Nabi Ibrahim as rela  mengorbankan anak yang paling ia suka? karena dia cinta kepada Allah SWT. Ibrahim as mengajarkan cinta yang sebenar-benarnya kepada kita,” jelasnya.

Kemudian, Nabi Ibrahim as adalah sosok  seorang ayah yang bijak dan ayah yang baik, memberikan contoh yang baik kepada anaknya. 

“Jangan bermimpi anak-anak akan menghargai kita kalau kita tidak pernah memberikan contoh yang baik. Kenapa anak-anak kiat lebih suka curhat di Facebook? lebih suka curhat sama teman-temannya? karena kita ayahnya tidak pernah mendengarkan keluh kesahnya,” tandasnya.

Berikutnya teladan dari isteri Nabi Ibrahim as yaitu Siti Hajar. Ustadz Ahmad Alhabsy menjelaskan bahwa Siti Hajar adalah seoarang Isteri yang taat kepada suaminya. Siti Hajar rela ditinggal bersama putranya di padang pasir yang gersang.

“Belajaralah dari Siti Hajar. Seorang isteri yang soleha yang taat kepada suaminya. Diperintahkan oleh Ibrahim as ditinggalkan dipadang pasir oleh Ibrahim tidak ada pohon tidak ada air, hanya ditemeni seorang bayi yang mungil. Siti Hajar mengajarkan kepada kita seorang wanita dengan kegigihannya memperjuangkan dan merawat anaknya dengan baik,” lanjutnya.

Teladan yang terakhir datang dari Ismail anak Nabi Ibrahim as dan Siti Hajar. Ustadz Ahmad Alhabsyi menyebutkan bahwa teladan yang bisa diambil dari sosok Ismail as adalah Birrul walidain yaitu berbakti kepada kedua orang.

“Teladan dari Ismail yaitu berbakti kepada orang tua. Islmail adalah orang yang berbakti kepada orang tuanya. Bagaiman Ismail memberikan jawaban yang indah kepada ayahanya yang ingin memenggal kepalanya untuk dikorbankan,” tandasnya.(*)

BACA JUGA