Dukung Ayo Gowa Bersih, Pemerintah Kelurahan Lanna Sosialisasi Pengelolaan Sampah

Kamis, 26 September 2019 | 19:34 Wita - Editor: Muhammad Fardi - Reporter: Rusli - GoCakrawala

GOWA, GOSULSEL.COM –  Pemerintah Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe, Gowa melaksanakan sosialisasi pengelolaan sampah, Kamis (26/9/2019).

Sosialisasi pengelolaan sampah di aula kantor kelurahan Lanna itu dihadiri aparat Babinsa, Bimmas, Ketua RW/RT dan sejumlah warga. Pembentukan bank sampah menjadi pembahasan utama dalam sosialisasi itu. 

Rencananya, pemerintah kelurahan akan membentuk pengelola bank sampah di tingkat kelurahan dan pengurus bank sampah di setiap lingkungan.

Lurah Lanna, Muh Syahrir dalam sambutannya mengatakan, pembentukan bank sampah sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan Ayo Gowa Bersih yang dicanangkan Pemkab Gowa. 



Nantinya, pengelola bank sampah akan dibentuk mulai tingkat kelurahan dan tingkat lingkungan.

“Dalam waktu dekat kita bentuk pengelola bank sampah tingkat kelurahan. Begitupun pengurus bank sampah di tingkat lingkungan. Masing-masing lima orang,” ujar Syahrir. 

Mantan Kasi Keuangan Kecamatan Manuju itu menyebutkan, berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa, volume produksi sampah di Kelurahan Lanna mencapai 1,73 ton. Itu meliputi jenis sampah organik dan anorganik. 

Produksi sampah yang dinilai cukup besar itu tidak biasa diatasi tanpa kepedulian lingkungan. Rasa peduli itu, kata dia, harus dimulai dari warga sendiri. 

Terkait kehadiran bank sampah, lanjut dia akan sangat membantu. Tak sekadar mendorong terciptanya lingkungan yang bersih. Tapi sekaligus mengajak warga memanfaatkan sampah untuk bernilai ekonomis. 

“Jadi bank sampah memberi manfaat ganda. Disamping mengajak warga lebih peduli terhadap lingkungan yang bersih. Disisi lain ada keuntungan ekonomis yang diperoleh warga. Karena sampah dari warga akan dibeli oleh bank sampah,” terang Syahrir.

Muh Hidayatullah dari Forum Peduli Gowa yang hadir membawakan materi menyampaikan, kegagalan Kabupaten Gowa selama ini meraih Piala Adipura disebabkan oleh sistem dan data penanganan sampah yang kurang baik. 

“Tapi dengan kehadiran bank sampah, penanganan sampah di Gowa akan lebih baik dan komprehensif. Apalagi tahun ini, penilaian Adipura tidak hanya berfokus pada perkotaan atau ibu kota kabupaten. Melainkan semua 18 kecamatan di Gowa dinilai,” ungkapnya. 

Soal program bank sampah, diakui Hidayatulah sangat positif. Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan juga sudah menganggarkan bank sampah dalam APBD.

Keberadaan bank sampah, menurut dia, dapat membantu pendapatan ekonomi masyarakat Gowa. “Warga cukup menyetor saja sampahnya melalui bank sampah. Nanti dibeli oleh bank sampah,” sebutnya. 

Sosialisasi pengelolaan sampah tingkat kelurahan Lanna itu juga diwarnai dengan pembagian rekening bank sampah. Sekretaris Lurah (Seklur) Lanna, Kahar menyebutkan, rekening sampah dibagikan kepada Ketua RW/RT sebagai operator motor sampah. (*)


BACA JUGA