Calon Walikota Makassar dr. Fadli Ananda menghadiri Latihan Kader Dasar (LKD) Pimpinan Wilayah Fatayyat Sulawesi Selatan di LEC Kartika Pampang, Makassar, sabtu malam (28/9/2019)

Hadiri LKD Fatayyat Sulsel, Fadli Ananda: Anak Muda Tidak Boleh Hidup di Zona Nyaman

Minggu, 29 September 2019 | 11:36 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM– Calon Walikota Makassar dr. Fadli Ananda menghadiri Latihan Kader Dasar (LKD) Pimpinan Wilayah Fatayyat Sulawesi Selatan di LEC Kartika Pampang, Makassar, sabtu malam (28/9/2019).

Fadli hadir sebagai narasumber yang memaparkan tentang kesehatan reproduksi perempuan.

Pada kesempatan tersebut Fadli mengajak emak-emak dan perempuan-perempuan millennial untuk tetap menjaga kesehatannya khususnya yang berkenaan dengan reproduksi dan pencegahan stunting pada anak.

“Bagi ibu hamil, perhatikanki asupan gizi di 1.000 hari pertama kehidupan atau HPK, karena itu periode emas bagi tumbuh kembang seorang anak, kalau gizinya tercukupi, Insya Allah anakta tidak bakalan stunting” kata Fadli



Kebersihan lingkungan serta ketersediaan air bersih, lanjut Fadli, merupakan tanggung jawab kita bersama.”Tidak mungkin mi kita bisa hidup sehat kalau lingkungan ta kotor dan tidak ada air bersihnya, ini menjadi problem perkotaan dan mestinya menjadi tanggung jawabta bersama”sambungnya

Pada acara tersebut, peserta juga menanyakan terkait pencalonan dr.Fadli Ananda sebagai Calon Walikota Makassar tahun 2020 mendatang.

“Dengar-dengar pak dokter ini mau maju sebagai Calon Walikota Makassar, kalau boleh tahu, apa motivasi bapak untuk mencalonkan? padahal kan di usia muda ini bapak sudah menjadi orang sukses” tanya salah seorang peserta.

Sekarang ini eranya anak muda, terang Fadli, di berbagai daerah baik di dalam dan luar negeri, anak muda ketika menjadi pemimpin, mereka mampu mengakselerasi potensi yang dimiliki untuk bergerak lebih cepat dan inovatif.

“Anak muda tidak boleh hidup di zona nyaman, kita mesti selalu mencari ruang-ruang baru untuk berkarya dan mengabdi, Jadi Walikota itu bukan soal kekuasaan, melainkan ruang pengabdian dalam skala yang lebih besar” tegas Fadli.

Fadli juga menegaskan bahwa pemimpin kedepan mestilah memahami tekhnologi digital sebagai sebuah instrument dalam mengembangkan daerah khususnya Kota Makassar.

“Kalau pemimpinnya hanya bisa sms dan telfon,bagaimana mungkin dia bisa melahirkan program inovatif berbasis tekhnologi, jadi mesti mi dipahami substansi dari tekhnologi, sehingga kita bisa rasakan manfaatnya, bukan sekedar branding yang tidak ada efeknya samasekali” tutup Fadli. (*)


BACA JUGA