Dinas Sosial Kabupaten Gowa menggelar rapat koordinasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Baruga Tinggimae Rumah Jabatan Bupati Gowa, Selasa (15/10/2019).

Polres Siap Kawal Penyaluran Bansos di Gowa

Selasa, 15 Oktober 2019 | 14:38 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM – Kepolisian Resor (Polres) Gowa siap mengawal penyaluran bantuan sosial (Bansos) khususnya Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Gowa.

Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Wakapolres Gowa, Kompol Muh Fajri Mustafa saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Program BPNT di Baruga Tinggimae Rumah Jabatan Bupati Gowa, Selasa (15/10/2019).

Menurutnya, Bansos khususnya Program BPNT harus dikawal agar tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal tersebut sesuai dengan prinsip 6T yaitu tepat waktu, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, tepat kualitas dan tepat administrasi.

“Kami siap untuk mengawal. Kita berada pada posisi yang sama untuk menyalurkan bantuan agar tapat sasaran kepada masyarakat yang betul-betul membutuhkan. Bapak ibu tidak usah kawatirr atau merasa kami takut takuti selama bapak ibu melakasanakan sesaui dengan aturan dan mekanisme,” tegasnya.

Sementara di tempat yang sama, Ketua Tim Koordinasi (Tikor) BPNT Kabupaten Gowa, H. Muchlis yang juga Sekretaris Daerah Sekda Kabupaten Gowa mengatakan bahwa kehadiran program BPNT untuk mengurangi beban pengeluaran bagi para Keluarga Penerimaan Manfaat (KPM).

Selain itu, H. Muchlis menyebutkan kehadiran BPNT juga untukmemenuhi kebutuhan gizi masyarakat kurang. Menurutnya kekurangan gizi sebagai penyebab stunting.

“Supaya cukup untuk memenuhi gizi. Makanya ada beras dan ada telur. Pemberian raskin ini dikombinasikan dengan keseimbangan gizi makanya kita samakan dengan telur. Supaya kebutuhan panganya itu warga persisi sesuia yang dibutuhkan,” ujar H. Muchlis.

Keberadaan program BPNT juga untuk memenuhi kebutuhan KPM setiap bulannya. “Ini untuk mengatur pemenuhan kebutuhan makana supaya tidak ada bulan bulan tertentu yang sulit mendapatkan makanan,” lanjutnya.

Ia juga menjelaskan bahwa BPNT memeberikan kebebasan kepada para KPM untuk memilih sesuai kebutuhan. “Supaya KPM dibelri kendali untuk memilih sendiri sesuai dengan porsinya. Supaya target kita tahun 2020 itu semua orang miskin itu sudah terpenuhi sandang pangan dan papannya,” ungkapnya.(*)


BACA JUGA