FOTO: Bakal calon Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto/Ist
#

Siapa Pendamping Tomy Satria di Pilkada Bulukumba?

Jumat, 25 Oktober 2019 | 22:39 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

BULUKUMBA, GOSULSEL.COM – Telah banyak disimulasikan dengan beberapa calon Wakil Bupati Bulukumba, namun Tomy Satria Yulianto belum memberikan jawaban siapa yang tepat mendampinginya di Pilkada Bulukumba tahun 2020 mendatang.

Beberapa nama deretan tokoh yang disebut-sebut akan mendampingi Tomy, diantaranya Birokrat Andi Mattapawali alias Andi Ungko, politisi PKB Andi Soraya, pengusaha Andi Makkasau alias Karaeng Lompo, Ketua Golkar Belukumba Andi Hamzah Pangki, Politisi Hanura Hilmiaty Asip dan terbaru Wakil Ketua DPD Golkar Sulsel Muhammad Risman Pasingai.

muhammad-ismak

Tomy Satria yang dimintai ketegasan soal calon pendampingnya masih keukuh untuk merahasiakan. Dia beralasan belum saatnya untuk ditentukan. Yang pasti, kepada beberapa bakal calon dia mengaku saling menjajaki dan membangun komunikasi yang intens.

“Semua baik, kami masih saling menjajaki. Kami semua saling mengenal, dan sering berkomunikasi, saling mengingatkan,” Kata Tomy, Jumat (25/10/2019).

Berbeda dengan bakal calon lainnya, dimana menjadikan geopolitik sebagai pertimbangan penting dalam menentukan calon wakil. Akan tetapi Tomy tak ingin terjebak pada instrumen geopilitik. Yang paling penting bagi Ketua NasDem Bulukumba ini adalah kesamaan ide, gagasan serta visi dan misi untuk membangun Bulukumba.

“Saya akan menentukan siapa yang dapat mendampingi, tapi itu diwaktu yang tepat. Terlalu dini jika itu disampaikan sekarang, yang pasti, kita akan menentukan pendamping nanti, bukan berdasarkan geopolitik,” kata dia.

Bisa jadi, kata Tomy mengambil pasangan dari kampung halamannya di Bulukumpa, bisa juga dari Kajang, Ujung Bulu atau bahkan bisa jadi dari Gantarang dan kecamatan yang lain di Kabupaten Bulukumba.

Meski hanya memberikan jawaban diplomatis, namun bisa ditebak, Tomy Satria menguji kekuatan calon pendamping yang tepat. Dikonfirmasi perihal tersebut, dia mengaku segala kemungkinan bisa terjadi.

“Segala kemungkinan bisa terjadi, kita jalani saja dulu. Yang terpenting bagi kita ke depan, menciptakan suhu politik yang baik, tanpa saling membunuh satu sama lain,” Ujarnya.(*)


BACA JUGA