Kepala Sekolah SMA Negeri 19 Gowa, Tajuddin Daeng Limpo

Bangun Pintu Gerbang dan Masjid Sekolah, Tajuddin Limpo Bawa SMA Negeri 19 Gowa Lebih Maju

Sabtu, 26 Oktober 2019 | 19:02 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Rusli - GoCakrawala

GOWA, GOSULSEL.COM — Perkembangan drastis dialami SMA Negeri 19 Gowa. Di bawah kendali sang Kepsek, Tajuddin Daeng Limpo, sekolah yang terletak di Kecamatan Bajeng Barat itu, terlihat lebih maju. 

Terobosan Tajuddin membuat kondisi sekolah jauh lebih kondusif. Lingkungan sekolah tertata sangat rapi. Pun proses belajar mengajar berjalan aman dan nyaman.

pt-vale-indonesia

Tajuddin sendiri sudah setahun lebih memimpin SMA Negeri 19 Gowa. Ia tercatat mulai menjabat Kepsek di sekolah ini, 1 Desember 2017 silam. Sebelumnya, ia menjabat Kepsek SMA Negeri 6 Gowa (dulu SMA Negeri 1 Parangloe), kurang lebih 10 tahun.

Tajuddin memang memiliki visi membangun yang kuat. Selama setahun lebih menakhodai SMA Negeri 19 Gowa, sejumlah sarana dan fasilitas sekolah berhasil dia bangun. Diantaranya pagar sekolah dan pintu gerbang. 

“Pembangunan pagar sekolah menjadi prioritas pertama di awal saya bertugas di sekolah ini. Setelah itu menyusul pintu gerbang,” ujar Tajuddin kepada Go Cakrawala di ruang kerjanya, Sabtu (26/10/2019).

Menurut dia, pagar merupakan sarana cukup penting untuk memproteksi sekolah dari potensi gangguan dari luar. Keberadaan pagar, kata dia, juga akan membantu kelancaran dan kenyamanan proses belajar mengajar di kelas. Begitu pun dengan pintu gerbang. Di samping jadi penanda, pintu gerbang juga memperindah kondisi sekolah. 

“Alhamdulillah pembangunan pagar dan gerbang sekolah ini berjalan sesuai harapan berkat dukungan dari semua guru dan siswa,” ungkapnya. 

Upaya Tajuddin memperbaiki SMA Negeri 6 Gowa tak berhenti. Pasca pembangunan pagar dan pintu gerbang selesai, selanjutnya Tajuddin menata bagian dalam lingkungan sekolah. Perparkiran kendaraan siswa ditata sedemikian rupa. Tajuddin juga mendorong pembangunan Masjid Nurul Ismi sebagai sarana peribadatan guru dan siswa di dalam sekolah.

Letaknya berada di halaman sekolah. Masjid Nurul Ilmi berukuran 23×16 meter. Kapasitasnya bisa menampung 800 jamaah. Terbilang besar untuk ukuran sebuah masjid sekolah. Pembangunan Masjid Nurul Ilmi, kata Tajuddin, menelan anggaran sebesar Rp400 juta. Semua anggaran itu merupakan partisipasi dari orang tua siswa yang rela menyumbang dengan ikhlas. Tanpa paksaan. 

“Masjid Nurul Ilmi ini dibangun sembilan bulan lalu. Dana awal pembangunan Rp10 juta. Orang tua siswa sangat merespon pembangunannya. Mereka kemudian sepakat menyumbang dana. Berkat bantuan orang tua siswa, Masjid Nurul Ilmi kini sudah rampung dan dipakai siswa salat berjamaah setiap hari. Khusus hari Jumat digunakan literasi Alquran oleh siswa,” bebernya. 

Tajuddin sangat bersyukur dengan pembangunan Masjid Nurul Ilmi. “Keberadaan Masjid Nurul Ilmi ini akan menjadi wadah pembentukan karakter siswa SMA Negeri 6 Gowa yang berlandaskan iman dan takwa,” pungkasnya.(*)


BACA JUGA