Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Yos Rusdiansyah, saat menyampaikan rilis mengenai pertumbuhan ekonomi Sulsel triwulan ketiga 2019 di Kantor BPS Sulsel, Selasa (5/11/2019)

PDRB Sulsel Triwulan Ketiga 2019 Capai Rp134 Triliun

Selasa, 05 November 2019 | 21:14 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Perekonomian Sulawesi Selatan (Sulsel) berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan ketiga 2019 mencapai Rp134,02 triliun. Sementara itu, PDRB Sulsel atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp87,30 triliun.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Yos Rusdiansyah, saat menyampaikan rilis mengenai pertumbuhan ekonomi Sulsel triwulan ketiga 2019 di Kantor BPS Sulsel, Selasa (5/11/2019).

muhammad-ismak

Ia juga menjelaskan PDRB yang meningkat tersebut membuat ekonomi Sulsel triwulan ketiga 2019 terhadap triwulan ketiga tahun 2018 tumbuh 7,21 persen (yoy). Pertumbuhan didukung oleh semua lapangan usaha yang tumbuh positif pada triwulan ini.

“Untuk Sulsel, pertumbuhan ekonomi triwulan tiga yoy secara kumulatif 7,08 persen. Kumulatif artinya dari Januari sampai triwulan tiga mencapai 7,08 persen. Sementara 5,04 kumulatif nasional. Jadi, pertumbuhan ekonomi Sulsel masih di atas nasional, cukup jauh, diatas 2 persen selisihnya,” ujarnya.

Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 11,31 persen, diikuti oleh Konstruksi sebesar 10,88 persen, dan Jasa Perusahaan sebesar 9,81 persen.

“Industri manufaktur besar sedang tumbuh positif 4,84 persen (qtoq) dan 4,44 persen (yoy). Terutama produksi semen Sulsel cukup menonjol di industri besar sedang. Sedangkan industri manufaktur mikro dan kecil tumbuh 7,1 persen (qtoq) dan 15,92 persen (yoy). Didukung oleh industri makanan yang masih tetap tumbuh signifikan,” jelasnya.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi triwulan ketiga 2019 (yoy) terjadi hampir pada semua komponen kecuali Perubahan Inventori. Pertumbuhan tertinggi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang mencapai 58,87 persen.

“Melonjaknya pertumbuhan komponen ini dikarenakan adanya momentum lanjutan pesta demokrasi pada triwulan sebelumnya di seluruh wilayah Sulsel, baik pemilihan anggota legislatif maupun pemilihan presiden dan wapres,” ungkapnya.(*)


BACA JUGA