Chaerul, Montir Asal Pinrang, Sulsel, berhasil merakit pesawat terbang

Viral, Montir Asal Pinrang Berhasil Rakit Pesawat Bermodal Rp23 Juta

Jumat, 17 Januari 2020 | 16:56 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

PINRANG, GOSULSEL.COM — Seorang warga asal Kabupaten Pinrang, Sulsel, berhasil merakit sebuah pesawat ultralight. Keberhasilan itu diraih Chaerul (34) yang merupakan seorang montir di Kota Pinrang.

Ia mulai merakit pesawatnya itu sejak 19 tahun lalu. Namun, dari lima kali percobaan pesawat yang terbuat dari baja ringan dan bermesin motor kawasaki Ninja RR 150 cc itu selalu saja gagal terbang.

Di percobaan selanjutnya, barulah pesawat tersebut berhasil terbang pada ketinggian hingga 35 kaki, “Sudah beberapa bulan yang lalu ia merakit pesawat tersebut. Allhamdulillah percobaan kelima kemarin baru berhasil terbang walaupun hanya sebentar,” ujar Chaerul, warga Pallameng, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang.

Menurut Chaerul, pesawat yang dirakitnya ini merupakan pesawat yang kedua. Sebelumnya, ia pernah merakit pesawat di tahun 2002, tepat 19 tahun silam dengan jenis helikopter.



“Sebelumnya sudah pernah merakit tapi jenis helikopter. Akan tetapi gagal,” katanya.

Pesawat rakitannya ini menghabiskan dana sekitar Rp23 juta dengan rincian Rp8 juta untuk badan pesawat dan Rp15 juta untuk membeli mesin motor. Walau hanya berbekal parasut bekas, Chaerul berhasil menyulapnya menjadi sayap pesawat. Sementara mesin pesawat ia buat dari mesin motor Kawasaki Ninja RR 150 CC.

Warga yang kesehariannya berprofesi sebaga mekanik dan hobi racing sepeda motor itu ternyata hanya berpendidikan sampai kelas 3 Sekolah Dasar (SD) saja.

Dimana, menurutnya untuk menyempurnakan pesawat yang ia rakit itu masih mesti merogoh kocek sebanyak Rp35 juta. Hal itu, agar supaya bisa terbang lebih lama.

Saat ini pesawatnya itu sudah bisa menempuh jarak Pinrang hingga ke Parepare dengan menggunakan bahan bakar premium dan sejenisnya.

“Sebenarnya sudah bisa terbang sampai ke Parepare dengan tinggi 35 kaki,” tambahnya.

Lebih lanjut Chaerul mengatakan bahwa ilmu merakit pesawat tersebut ia dapatkan secara otodidak dan melihat teknik dari youtube, “Pastilah bangga. Otodidak dan lihat cara pembuatan di internet,” katanya.(*)