FOTO: Ketua DPRD Bulukumba, H Rijal saat membacakan naskah sejarah singkat pada puncak perayaan dan upcara HUT Kabupaten Bulukumba ke 60 tahun di Lapangan Pemuda Bulukumba/Selasa, 4 Februari 2020/GOSULSEL.COM
#

Ketua DPRD Paparkan Sejarah Singkat Bulukumba di HUT ke 60 Tahun

Selasa, 04 Februari 2020 | 16:35 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

BULUKUMBA, GOSULSEL.COM – Ketua DPRD Bulukumba, H Rijal memaparkan sejarah singkat Kabupaten Bulukumba pada puncak perayaan dan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 60 Tahun Kabupaten Bulukumba di Lapangan Pemuda (Lapda) Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Selasa (4/2/2020).

Dalam naskah sejarah singkat Bulukumba yang dibacakan, Rijal mengatakan bahwa penamaan Bulukumba berasal dari Bahasa Bugis. Awalnya adalah Bulu’ku Mupa, yang artinya masih gunung saya. Nama itu kemudian sesuaikan berdasarkan perkembangan zaman menjadi Bulukumba.

Berdasarkan sejarah, penamaan ini pertama kali muncul pada abad ke 17 Masehi. Saat itu pasca terjadinya perang saudara antara Kerajaan Gowa dan Bone.

“Disitulah Raja Gowa dan Bone bertemu, mereka berunding secara damai dan menetapkan wilayah batas kerajaan masing-masing,” jelas H Rijal.



Bangkeng Bukit yang merupakan barisan lereng bukit dari Gunung Lompo Battang, diklaim olah Kerajaan Gowa sebagai batas wilayah kekuasaannya, mulai dari Kindang sampai wilayah bagian timur.

Namun saat itu Kerajaan Bone juga bersikeras mempertahankan Bangkeng Bukit, mulai dari bagian Barat hingga ke Selatan. Saat itulah, kata Rijal tercetus kata Bulukumupa.

Berawal dari situlah tercetus dalam bahasa Bugis, kata Bulukumupa. Dan mengalami perubahan dialek yang sekarang disebut Bulukumba.

Dia melanjutkan peresmian Bulukumba menjadi kabupaten pada tahun 1959 berdasarkan Undang-undang nomor 9.

“Peresmian Bulukumba sebagai kabupaten, dimulai setelah terbitnya Undang-undang Nomor 9 tahun 1959, tentang daerah tingkat dua di Sulawesi,” jelas Rijal.(*)


BACA JUGA