Kartu peserta ujian CPNS 2019 yang digunakan oleh seorang joki pada seleksi CPNS Gowa

Pansel Gowa Gagalkan Joki di Hari Terakhir Tes CPNS

Rabu, 05 Februari 2020 | 01:03 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Panitia Seleksi (Pansel) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Gowa berhasil menggagalkan upaya salah seorang peserta yang menggunakan jasa joki di lokasi pelaksanaan tes Baruga Krg Galesong, Kantor Bupati Gowa, Selasa (4/2/2020).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gowa, Muh Basir membenarkan adanya upaya joki pada seleksi CPNS Gowa.

“Iya memang benar tadi panitia seleksi dari BKPSDM Gowa berhasil menggagalkan upaya menggunakan jasa joki. Karena tahapan yang peserta harus lalui itu berlapis dan sangat ketat,” jelasnya.

Lanjutnya, upaya joki tersebut untuk bisa masuk ikut tes tergagalkan di tahapan verifikasi peserta.



“Ketika pemeriksaan barcode tes dan pemeriksaan kartu tes, panitia menemukan tanda mencurigakan. Kartu tesnya mencurigakan karena sangat beda dengan stempel asli panitia dengan kartu tesnya, bukan nomor tes yang berbeda. Kemudian panitia meminta KTP dan diteliti dengan data pendaftaran yang kami miliki ternyata berbeda,” jelas Basir menceritakan kronologisnya.

Masih tahap mencocokkan data peserta yang diduga joki ini minta izin untuk ke toilet.

“Pesertanya minta izin ketika data sementara dicocokkan. Karena mencurigakan sempat dibuntuti oleh panitia, namun peserta ini kabur. Sepertinya sudah ada temannya yang siap menjemput di parkiran,” tambah Basir.

Peserta CPNS yang coba menggunakan jasa joki ditelusuri berdasarkan nomor ujian tercatat atas nama Andi Armayudi Syam dengan data pribadi sebagai berikut; NIK. 7302040309910002,
No Peserta ujian 19730211300000534, jenis kelamin laki-laki, tempat tanggal lahir Borong, 3 September 1991. Mendaftar untuk formasi pengolah data pelayanan.

“Peserta ini sudah panitia telusuri kehadirannya di lokasi ujian untuk kroscek data namun yang bersangkutan memang tidak hadir hingga ujian selesai berlangsung,” jelas Kepala BKPSDM Gowa.

Saat ini upaya menggunakan jasa joki sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

“Kami bersyukur karena dengan ketatnya panitia sehingga joki ini tidak lolos dari pemeriksaan kami. Harapan kami pelakunya ini bisa terungkap dan tidak ada lagi kejadian seperti ini di masa yang akan datang,” pungkas Basir.(*)


BACA JUGA